by

PB SEMMI Desak Pemerintah Ganti Ka Bulog, Mendag Dan Menko Perekonomian.

Print Friendly, PDF & Email

Setelah mendapatkan kritikan dari Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LEMI PB HMI), persoalan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang impor beras pun mendapat kritikan dari Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI).

Seperti yang diberitakan sebelumnya dalam berbagai media statemen LEMI PB HMI yaitu “Rencana pemerintah mengimpor beras 500 ribu ton sangat tidak masuk akal, disaat ketersedian beras masih aman. kita sudah sama tahu dan jelas, seperti yang disampaikan oleh kepala Bulog, Budi Waseso, bahwa cadangan beras di gudang Bulog mencapai 2,4 juta ton dan di prediksi di akhir tahun mencapai 3 juta ton, ditambah oleh serapan gabah dalam negeri, kebutuhan sampai bulan Juli 2019 aman,” ujar Arven Marta, Direktur Eksekutif Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LEMI PB HMI).

BACA JUGA:   PB SEMMI Desak Pemerintah Investigasi Kesalahan UU Cipta Kerja Pasca Ditandatangi Presiden

Melalui Ketua Umum nya, Bintang Wahyu Saputra, PB SEMMI menilai terdapat permainan yang dilakukan oleh kepala Bulog dan Menteri perdagangan serta Menko Perekonomian oleh karenanya KPK, BPK dan Polri diminta untuk mengaudit seluruh aliran dana dari kabulog, mendag dan menko perekonomian terkait import ini.

“Ada yang mau diam diam bermain dan menari serta membuat sinetron diatas penderitaan rakyat, hal ini harus segera ditindak lanjuti demi masyarakat indonesia, saya minta KPK, BPK dan POLRI mengadakan audit serius dan langkah investigasif untuk kemendag dan bulog karena selalu import beras walau cadangan beras kita melimpah,” tegas Bintang.

BACA JUGA:   PB SEMMI Dukung TNI Tertibkan Baliho Rizieq, Asal Sesuai Aturan

Bintang menegaskan jika langkah kongrid tidak dilakukan Presiden dan Wakil Presiden dengan mengganti dan mencopot Ka Bulog, Mendag dan Menko Perekonomian kami akan melakukan konsolidasi besar besaran untuk menyuarakan aspirasi di depan istana negara dan instansi terkait, karena diduga melakukan pembiaran dan kejahatan korporasi bersama melakukan import beras secara berkala.

News Feed