by

Sosialis-Demokrat Dalam Pandangan Soekarno dan Tjokroaminoto

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Kekalahan Partai Buruh tahun 1979 dan intensitas ideologi neo-liberalisme, sebagian oleh Marxis atau eks-Marxis yang muncul kekmbali ke bumi tetapi juga tak ada Marxis yang mencoba membangkitkan kembali dan memodernisasikan teori-teori dan prinsip-prinsip sosialis demokratik lama.
Menurut pandangan Soekarno, Sosialisme, Sosial-Demokrasi, dan Komunisme adalah suatu reaksi, suatu faham perlawanan terhadap para kapitalisme, suatu paham perlawanan yang dilahirkan oleh kapitalisme itu juga. Ia adalah anaknya kapitalisme tetapi ia adalah pula suatu kekuatan yang mencoba menghancurkan kapitalisme itu juga, ia tidak bisa berada di suatu negeri dimana kapitalisme belum berdiri, ia tentu ada di suatu negeri jikalau negeri itu susunan pergaulan hidupnya ada kapitalisme.
Sosialis-Demokrat Dalam Pandangan Soekarno dan Tjokroaminoto
Foto: Ilustrasi Pemikir | www.pexels.com by Brett Sayles
Sosial-demokrasi bukanlah angan-angan komunis, sosial demokrasi adalah timbul karena sosial-nasionalisme. Sosio-demokrasi adalah pula demokrasi yang berdiri dengan dua-dua kakinya di dalam masyarakat. Sosio-demokrasi tidak ingin mengabdi kepentingan sesuatu gundukan kecil sahaja tetapi kepentingan masyarakat.
Sosio-demokrasi bukanlah demokrasi ala Revolusi Perancis, bukan demokrasi ala Amerika, ala Inggris, ala Nederland, dll, tetapi ia adalah demokrasi sejati yang mencari keberesan politik dan ekonomi, keberesan negeri dan keberesan rezeki. Sosial-demokrasi adalah demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Bagaimana sosial-demokrasi bisa dijalankan akan digambarkan di dalam garis-garisnya yang besar di dalam karangan ilmiah yang akan datang.
HOS Cokroaminoto dalam pendapatnya mengenai sosial-demokrat: socio-democratie (sosialisme yang berdasar pengetahuan, wetenschappelijke sosialisme atau marxismei, yaitu ajaran Karl Marx) menghendaki gemeenschap itu ialah sekalian orang yang hidup bersama (bugerlijke maatschappij) dikepalai oleh satu pemerintahan yang dipilih oleh segala orang (dengan cara demokratis).
Sosialis-Demokrat Dalam Pandangan Soekarno dan Tjokroaminoto (1)
Foto: Ilustrasi Pemikiran | Pixabay.com
Gemeenschap itu bukan suatu politik demokrasi, tetapi satu sosial-demokrasi, ketertiban politik (politik orde) ialah staat, sebagai yang kita kenal itu akan lenyap dengan sendirinya sebab semua akan tercampur di dalam ketertiban ekonomi (ekonomische orde) yang bakal ada, tidak lain adalah satu gemeenschap dari hubungan-hubungan ekonomi (economische-betrekkingen), lebih tegas yaitu satu pekerjaan industri yang amat besar sekali.
Sebagai contoh kasus di negara tertentu, Kaum Komunis Rusia telah melancarkan gerakan sosialis internasional bahkan sebelum revolusi. Rosa Luxemburg telah mengingat Lenin pada awal 1905 dalam sebuah kongres pengasingan bahwa kebebasan harus menjadi sarana, bukan saja tujuan akhir dari strategi pasar, dan dia mengulanginya lagi sebagai pengumuman di tahun 1918, hanya setahun setelah dia dibunuh dalam kontra revolusi di Berlin.
Sumber:
  • Crick, Bernard. 2001. Sosialisme. Surabaya: Pustaka Promethea.
  • Sukarno. 1964. Dibawah Bendera Revolusi. Jakarta: Panitya Penerbit Dibawah Bendera Revolusi.
  • Tjokroaminoto, HOS. 2008. Islam dan Sosialisme. Bandung: Sega Arsy.

sumber: kumparan.com

BACA JUGA:   Orang-orang Arab-Indonesia dalam Arus Pergerakan Nasional dan Kemerdekaan

News Feed