by

Awal Mula Komunis Masuk ke Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

Masuknya Komunisme ke Indonesia oleh Hendricus Josephus Fransiscus Marie Sneevliet, seorang Belanda yang datang ke Indonesia tahun 1913, bersama Adolf Baars ia mendirikan ISDV, mulanya organisasi ini tidak mempropagandakan komunis namun lambat laun karena organisasi ini mempropagandakan sosialis maka mereka mengubah dirinya menjadi berpandangan komunis.
Setelah keberhasilan revolusi di Rusia, mereka ini memasuki organisasi-organisasi massa untuk menyebarkan paham ini, salah satunya Sarekat Islam, mereka memperoleh “tanah subur” dalam Sarekat Islam di Semarang pimpinan Semaun, Abdul Muis merasa bahwa Sneevliet seakan-akan sengaja dikirim ke Indonesia untuk memecah rakyat dengan cara menulis sebuah artikel.
Kemudian SI terbelah menjadi SI Merah dan SI Putih, pada akhirnya SI Merahlah yang menjadi Partai Komunis serta melakukan pemberontakan tahun 1926, 1948 hingga 1965 yang mengakibatkan kejatuhan Sukarno dan membuat Suharto seakan-akan menjadi pahlawan pemberantas PKI.
Awal Mula Komunis Masuk ke Indonesia
Foto: Ilustrasi Pemikir | www.pexels.com by Brett Sayles
Soekarno dalam hal sosio-demokrasi sependapat dengan Dr. Sun Yat Sen, karena ia sama-sama berpikiran nasionalis, pendapatnya bahwa sosio-demokrasi di Indonesia berbeda dengan sosio-demokrasi di negara-negara Barat. Sukarno setelah menyelesaikan studinya memulai usahanya untuk mempersatukan pergerakan, pertama kita ingat bahwa terdapat partai besar yang mewakili gagasan Indonesia secara keseluruhan misalnya PKI dan SI.
Dengan demikian Sukarno sudah mengenal aliran-aliran politik dalam pergerakan Indonesia dan ia memiliki kualifikasi yang ideal untuk menciptakan persatuan tanpa perlawanan bersenjata, dapat ditelusuri dari ideologi yang Sukarno ciptakan yakni NASAKOM atau Nasionalis, Agama, dan Komunis bahkan ia telah memperdalam pengetahuan teoretisnya mengenai Marxis, Sukarno meminjam buku-buku mengenai itu dari D.M.G. Koch, sementara pengetahuannya soal Islam, Sukarno sangat berhutang budi kepada Lothorp Stodard, The New World of Islam (1921), sebuah buku yang ia teruskan kepada Tjipto Mangunkusumo di tempat pembuangannya.
Awal Mula Komunis Masuk ke Indonesia  (1)
Foto: Ilustrasi Pemikiran | Pixabay.com
Sementara itu, Sukarno telah belajar dari kaum Nasionalis, semua partai itu dalam pandangannya sedang berjuang untuk Indonesia merdeka, inilah yang menyebabkan Sukarno sangat Nasionalis bahkan di zaman Orde Lama berbagai macam jenis seni yang dianggap berbau Barat disingkirkan dan siapa pun yang memainkannya mandapat hukuman, seperti dipenjaranya personel Koes Plus, atau seniman Sunda Gugum Gumilar yang mendapat hukuman direndam dalam air sehari semalam gara-gara ia tertangkap sedang berdansa.
Mengenai pandangannya akan Nasionalisme, tentulah Mahatma Gandhi juga berpandangan sama melalui gerakan swadeshi-nya atau cinta produk dalam negeri, tetapi perbedaan yang mencolok adalah bahwa Sukarno mengecualikan Barat yang dingkapkannya: “Nasionalisme-Eropa ialah suatu nasionalisme yang bersifat serang-menyerang, suatu nasionalisme yang mengejar keperluan sendiri, suatu nasionalisme perdagangan yang untung atau rugi—Nasionalisme yang semacam itu akhirnya pastilah kalah, pastilah binasa.
Begitulah Nasionalisme tidak menjadi masalah lagi oleh Sukarno untuk menggalang kerjasama dengan orang-orang yang berideologi sama, seperti dengan orang Islamis dan Marxis, misalnya Mohammed Ali atau kerjasama dengan pemerintah Cina.
By Sofi Solihah
Sumber:
Crick, Bernard. 2001. Sosialisme. Surabaya: Pustaka Promethea.
Dahm, Bernhard. 1987. Soekarno dan Perjuangan Kemerdekaan. Jakarta: LP3ES.
Sukarno. 1964. Dibawah Bendera Revolusi. Jakarta: Panitya Penerbit Dibawah Bendera Revolusi.
Tjokroaminoto, HOS. 2008. Islam dan Sosialisme. Bandung: Sega Arsy.

sumber: kumparan.com

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Rabu, 21 Juli 2021 Pukul 16.00 - 16.40 WIB Program Salam Satu Hati

News Feed