by

JK hingga Kapolri Buka Puasa Bersama Syarikat Islam

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara buka puasa bersama Syarikat Islam. Dalam sambutannya, JK meminta Syarikat Islam kembali ke landasan dasar gerakannya, yaitu dagang Islam.

JK hadir dalam acara buka puasa bersama Syarikat Islam di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018). Ketua Syarikat Islam Hamdan Zoelfa, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Hatta Rajasa, Akbar Tandjung, serta Jimly Asshiddiqie ikut hadir dalam acara tersebut.

Mengawali sambutannya, JK bercerita saat dirinya mendukung Hamdan Zoelva sebagai calon Ketua Syarikat Islam. JK saat itu meminta Hamdan mengembalikan Syarikat Islam ke gerakan dasarnya.

JK dalam acara buka puasa bersama Syarikat Islam.JK dalam acara buka puasa bersama Syarikat Islam. (Noval Dwinuari Anthony/detikcom)

“Pada waktu Pak Hamdan mau jadi Ketua SI, kita bicara-bicara di lapangan golf. Saya bilang saya dukung, tapi Syarikat Islam harus kembali ke khitah (gerakan dasarnya),” ujar JK dalam sambutannya.

BACA JUGA:   115 Tahun Pergerakan SYARIKAT ISALAM menuju Masyarakat 5.0

Menurut JK, gerakan dasar Syarikat Islam adalah bagaimana mengembangkan ekonomi umat. JK juga mengaku sudah membaca prinsip Syarikat Islam yang intinya meningkatkan jiwa dagang umat Islam.

“Kenapa saya selalu mendukung (ekonomi umat)? Karena kalau orang Islam bergerak di bidang politik banyak, di bidang sosial banyak. Tapi yang bergerak daripada mengembangkan jiwa dagang umat Islam tidak terlalu banyak,” kata JK.

Menurut JK, umat Islam Indonesia sudah cukup maju dalam hal ekonomi, politik, hingga pendidikan. Namun yang kurang dari umat Islam saat ini adalah ekonomi umat.

BACA JUGA:   Undangan Tasyakkur Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

“Siapa yang bisa menguasai ekonomi maka akan menguasai apa saja, termasuk politik,” ungkapnya.

Menurut JK, untuk menumbuhkan semangat dagang, harus dibangun dari dalam diri. Sementara itu, modal usaha bisa diperoleh. Sedangkan teori dagang dapat dipelajari.

“Tapi jiwanya (pedagang) itu harus di dalam,” tegas JK.

JK mengingatkan Islam akan mudah menguasai segala hal jika sudah menguasai ekonomi.

“Nanti kalau Islam kuat di dagang nanti partai yang dekat khusus minta tolong. Bisanya begitu, partai juga kadang butuh sponsor,” ucap JK.
(nvl/dkp)

sumber: detik.com

News Feed