by

Hamdan Zoelva Ajak Kader HMI Perjuangkan Bangsanya agar Disegani Dunia

Print Friendly, PDF & Email

AKURAT.CO, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk selalu memikirkan dan memperjuangkan bangsanya untuk menjadi bangsa yang besar dan disegani dunia.

Hal tersebut disampaikan Hamdan Zoelva saat memberikan tausiah kebangsaan di acara pelantikan PB HMI (MPO) di Hotel Grand Cempaka, Sabtu (6/4) malam.

“Saya titipkan kepada adik-adik PB HMI, seluruh kader HMI serta para pemuda Indonesia. Mungkin ini sebuah tausiyah tetapi lebih tepat sebagai sebuah renungan kita semua khususnya para kader HMI yang tidak pernah absen memikirkan dan memperjuangan bangsanya menjadi bangsa besar dan disegani. Pada kesempatan ini saya menyampaikan renungan dengan tema; Hilangnya Jiwa Bangsa Indonesia,” ajak Hamdan Zoelva.

Ia mengatakan, Syair suci yang dinyanyikan dalam acara-acara resmi dalam lagu Indonesia Raya, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia raya” harus tertanam dalam jiwa untuk melihat Indonesia masa depan.

Pada kesempatan itu, Hamdan Zoelva juga menyinggung soal pernyataan Ketua Umum Gerindra yang menyatakan bahwa Indinesia akan bubar 2030.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK: Pelanggar PSBB Tak Bisa Dikenakan UU Karantina

“ketika dalam berbagai pemberitaan beberapa saat terkahir, ramai didiskusikan pidato Prabowo Subianto yang mengutip analisis dari luar bahwa Indonesia bubar pada tahun 2030. Saya sendiri tidak percaya, sebagai negara, Indonesia bubar pada 2030,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengatakan bahwa saat ini indonesia telah kehilangan jiwanya sebagaimana diamanahkan para pendiri bangsa.

“Kenyataan-kenyataan yang kita lihat dan rasakan, politik dan para politisi yang semakin pragmatis, yang berjuang meraih kedudukan hanya untuk dapat jabatan demi kenaikan status dan mengumpulkan harta, kohesi sosial dan kebersamaan dengan semangat gotong royong yang nampak semakin rapuh, ekonomi yang timpang jauh dari keadilan, serta penguasaan asing yang semakin nyata,” tandasnya.

Data yang dikeluarkan PBB pada 2016, kata dia, menunjukkan bahwa ‘share’ kesejahteraan di Indonesia adalah 1 persen penduduk menguasai 51 persen share kesejahteraan atau sebaliknya 99 persen, penduduk hanya mendapat share kesejahteraan 49 persen.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK: Anies Baswedan & Habib Rizieq Tak Bisa Dipidana Pakai UU Karantina!

Demikian juga data lainnya menunjukkan bahwa walaupun pendapatan per kapita naik, tetapi rasio gini Indonesai adalah 0,394. Yang, berarti kata dia, 1 persen atau segelintir orang menguasai hampir 40 persen aset ekonomi nasional, rasio kepemilikan tanah adalah 0,64 yang berarti 64 persen kepemilikan tanah dikuasai oleh 1 persen atau segelintir orang.

Demikian juga data di perbankan menunjukkan bahwa lebih 80 persen uang di bank adalah milik 2 persen penduduk yaitu bagian sangat kecil dari pendudukan Indonesia.

“Gambaran ini sungguh menghawatirkan kita semua. Lalu pertanyaan mendasar sebagai renungan kita, untuk apa kita merdeka? Dan ke mana

Indonesia akan dibawa?” kata Hamdan Zoelva penuh tanya.

Pada acara pelantikan ini PB-HMI periode 2018-2020 resmi dilanti di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/3). Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Terpilih Zuhad Aji Firmantoro.[]

Editor: Gema Trisna Yudha

sumber: akurat.co

News Feed