by

Mantan Hakim MK Nilai KPU Tidak Adil Dengan Partai Idaman

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

RMOL. Mantan Hakim MK, Hamdan Zoelva hadir sebagai saksi ahli dalam sidang lanjutan gugatan Partai Idaman terhadap putusan komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam kesempatan tersebut, Hamdan menilai KPU telah bertentangan dengan putusan uji materi MK Pasal 173 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang mensyaratkan setiap partai menjalani verifikasi faktual.

Dengan putusan MK setiap partai diperlakukan sama seperti partai baru. Intinya sambung Hmdan KPU tidak memperhatikan putusan tersebut.

BACA JUGA:   28 Agustus 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

“Setelah ini jadi beberapa partai menggugat ke MK karena ada perlakuan yang bersangkutan dari partai pemilu dan yang baru mereka ke MK. Jangan gitu, ini bertentang,” ujarnya di PTUN, Pulogebang, Jakarta Timur. Kamis, (29/3).

Tak hanya itu, menurutnya Partai Idaman sebagai partai baru juga berhak mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum, hal itu tertuang dalam Pasal 28D UUD 1945.

BACA JUGA:   15 September 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

“Pasal 28 D, sehingga karena perlakuan sama, partai yang baru mendaftar saat ini syaratnya harus sama itu prinsip dasarnya itu. Pelanggaran asas tidak memihak hukum,” ujarnya.

Untuk diketahui, Partai Idaman salah satu parpol yang tidak lolos sebagai peserta pemilu 2019 karena tidak memenuhi syarat administratif. hal itu sesuai keputusan KPU Nomor 58 di PTUN. [nes]

sumber: rmol.co

News Feed