by

Hamdan Zoelva: Kelemahan Umat Islam adalah Penguasaan Ekonomi

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengungapkan keprihatiannnya terhadap kekuasaan pemilik modal di Indonesia. Para pemilik modal di dalam negeri bahkan masuk ke dalam sistem pemerintahan.

Menurut Hamdan, fenomena tersebut menjadi indikasi bahwa penguasaan bidang ekonomi adalah kelemahan terbesar bangsa Indonesia khususnya umat Islam sebagai kaum mayoritas. Hal itu diucap Hamdan dalam acara Mudzakarah Kebangsaan yang diselengarakan Dakta Media hari ini.

“Kelemahan terbesar kita adalah penguasaan ekonomi, di mana itu menjadi titik lemah kita. Kemerdekaan kita sebagai bangsa, hilang karena hal itu,” kata Hamdan di Hotel Horison, Bekasi, Jaw Barat, Selasa (27/3)

BACA JUGA:   18 September 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

Di acara bertajuk “Ikhtiar mewujudkan Indonesia yang adil dan beradab” itu, Hamdan bahkan memprediksi para pemodal pergi dari Indonesia, maka Indonesia akan ‘pincang’ secara ekonomi.

“Sekarang yang berkuasa pemilik modal. Sebelum menandatangani kebijakan negara, tanya dulu para pemilik modal. Mau jadi gubernur bupati wali kota tanya dulu pemilik modal,” papar Hamdan yang juga Ketua Syarekat Islam (SI) itu.

“Ketika pemilik modal lari ke luar Indonesia, pincanglah Indonesia karena kita tak punya kaki,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Hamdan meminta seluruh masyarakat Indonesia terutama umat Islam sebagai golongan mayoritas, untuk terus bergotong royong memperkuat fondasi ekonomi. “Konglomerasi hanya bisa dilawan dengan kebersamaan,” ucapnya.

BACA JUGA:   Umi Eka Minta Restu ke Tuan Guru H Muhammad

“Kita lawan modal dengan modal. Inilah yang harus dibangun umat Islam. Semakin banyak kekuatan ekonomi tumbuh dari bawah, maka bangsa kita tidak mungkin didikte oleh bangsa lain,” tutup Hamdan.

Acara ini digelar dalam rangka ulang tahun ke-26 Dakta Media. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kesbangpolinmas Bekasi Abdillah Hamta, Dirut Dakta Media Andi Kosala serta para ulama se-kota Bekasi.

sumber: kumparan.com

News Feed