by

Sandiaga: Guru Merupakan Profesi Yang Penting Dalam Mencerdaskan Masyarakat

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA – Kedudukan guru dalam sistem pendidikan nasional mempunyai peranan yang sangat strategis dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi terwujudnya tatanan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab.

Oleh sebab itu, Fenomena tindak kekerasan ancaman dan diskriminatif dari peserta didik atau orang tua terhadap profesi guru patut diperhatikan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, guru merupakan profesi yang penting dalam mencerdaskan masyarakat. Namun, dia menyayangkan, profesi guru saat ini kerap mendapatkan perlakukan yang kurang baik dari peserta didik dan orang tuanya.

“Kita akan sandingkan dengan pemangku kepentingan yang lain agar para guru sadar hukum dan mengerti akan hak-hak dan kewajibannya di mata hukum,” kata Sandi setelah menghadiri acara “Workshop Perlindungan Hukum Terhadap Guru” yang digelar oleh Syarikat Islam (SI) di Jl.Talang No.3, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (31/01) kemarin.

BACA JUGA:   Tasyakkur Milad ke-115 Syarikat Islam melalui virtual pada hari Jumat, 16 Oktober 2020 pukul 19.00 WIB

Selain itu, Sandiaga yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ekonomi Syarikat Islam ini mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan perlindungan hukum terhadap guru melalui Biro Hukum.

“Pemprov DKI melalui Biro Hukum yang disandingkan dengan Syarikat Islam dan pemangku kepentingan lainnya. Ke depan perlu dilakukannya pelatihan-pelatihan terhadap guru yang mampu meningkatkan kompetensi,” ungkapnya.

Di tempat yang bersamaan, Ketua Panitia Pelaksana M Taufik Makarao mengatakan, kehadiran guru dalam proses pembelajaran tidak bisa digantikan oleh hasil teknologi modern, seperti komputer dan lainnya. Masih terlalu banyak unsur manusiawi, sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan lainnya yang harus dimiliki dan dilakukan dengan perantaraan guru.

BACA JUGA:   Ulama Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

“Oleh karena itu, untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas pola belajar dan mengajar baru harus diberlakukan, meliputi upaya mempersiapkan siswa mengembangkan daya imajinasi serta ketrampilan intelektual, maupun aktualisasi nilai-nilai moral dan spiritual. Amat berbeda dan melebihi pola pembelajaran konvensional yang future base than text book center,” papar Guru Besar Hukum Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) ini.

Sekedar informasi, Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, Guru Besar HTN FH UIA Zainal Arifin Hoesein, dan Wasekjen DPP Syarikat Islam Erlinda. (Nil)

sumber: beritapublik.co.id

News Feed