by

Minta Klarifikasi Pidato, Hamdan Zoelva Datangi Kediaman Kapolri

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Syarikat Islam (SI) Hamdan Zoelva menyambangi rumah dinas Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018). Pertemuan tersebut merupakan buntut penggalan video pidato Kapolri yang viral.

“Iya benar. (Mau membahas) masalah video yang viral itu,” ujar Hamdan saat dikonfirmasi, Jakarta.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu hadir bersama anggota ormas SI lainnya. Perwakilan SI ingin mendengar klarifikasi langsung dari Tito terkait pidato yang dianggap menyinggung beberapa ormas Islam itu.

“Ada sekitar 8 orang dari Syarikat Islam,” ucap dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal mengatakan, Hamdan bersama rombongan SI sudah tiba di rumah Dinas Kapolri sekitar pukul 12.00 WIB. Pertemuan berlangsung tertutup.

BACA JUGA:   8 September 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

“Pak Hamdan sudah datang, sudah di dalam bersama rombongan dari Syarikat Islam,” kata Iqbal.


Isi Pidato

Berikut penggalan pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang tersebar di media sosial dan memicu polemik:

Perintah saya melalui video conference minggu lalu, 2 minggu lalu saat Rapim Polri, semua pimpinan Polri hadir, saya sampaikan tegas menghadapi situasi saat ini, perkuat NU dan Muhammadiyah. Dukung mereka maksimal.

(suara tepuk tangan).

Semua Kapolda saya wajibkan membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Semua kapolres wajib untuk membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten-kota.

Para kapolsek wajib, di tingkat kecamatan, bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah. Jangan dengan yang lain.

(tepuk tangan hadirin)

BACA JUGA:   Ketua Umum LT SI menjadi Penguji dalam Ujian Terbuka Disertasi Doktor Ilmu Hukum atas nama Suhardi di UIA Jakarta

Dengan yang lain itu nomor sekian. Mereka bukan pendiri negara, mau merontokan negara malah iya.

Tapi yang konsisten dari awal sampai hari ini itu adalah NU dan Muhammadiyah. Termasuk hubungan. Kami berharap hubungan NU dan Muhammadiyah juga bisa saling kompak satu sama lainnya.

Boleh beda-beda pendapat, tapi sekali lagi kalau sudah bicara NKRI, mohon, kami mohon dengan hormat, kami betul-betul titip kami juga sebagai umat muslim, harapan kami hanya kepada dua organisasi besar ini.

Selagi NU dan Muhammadiyah itu menjadi panutan semua umat Islam Indonesia, kita yakin negara kita tidak akan pecah seperti Siria, Irak, Libia, Mesir, tidak akan bergolak. Karena dua tiang ini jelas, ideologinya jelas, sangat pro-Pancasila.

sumber: liputan6.com

News Feed