by

Ketua Umum Syarikat Islam Tegaskan Kapolri Tito Sudah Minta Maaf

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

MerahPutih.Com – Upaya tabayun atas pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dilakukan sejumlah ormas Islam. Salah satunya dari Syarikat Islam (SI) Indonesia. Melalui Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Hamdan Zoelva, hari ini sejumlah delegasi SI bertemu dengan Kapolri Tito.

Hamdan Zoelva menyatakan bahwa Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menyampaikan permintaan maaf atas video pidatonya yang menjadi polemik.

“Beliau mengatakan kalau memang ada yang kurang, ada yang salah, ‘saya mohon maaf’. Beliau sampaikan begitu,” kata Hamdan Zoelva di rumah dinas Kapolri, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (31/1).

Hamdan Zoelva bersama delapan petinggi DPP Syarikat Islam menemui Kapolri untuk meminta penjelasan mengenai video pidato Kapolri yang menjadi polemik. Hal itu dilakukannya untuk memahami maksud sebenarnya dari isi pidato itu.

“Tabayun, untuk mendapat klarifikasi terkait pernyataan Kapolri yang menjadi viral. Karena ini menjadi pembicaraan umat di kalangan ‘grass root’,” katanya.

BACA JUGA:   SK Perubahan DPP Syarikat Islam tanggal 24 Agustus 2020

Dari pertemuannya dengan Kapolri, diketahui bahwa ada pemenggalan durasi video yang tersebar di internet sehingga terjadi kesalahpahaman dalam memaknai video pidato Kapolri. Hamdan menambahkan, setelah mendapat penjelasan dari Kapolri, pihaknya bisa memahami bahwa tidak ada niat Kapolri untuk mengesampingkan ormas-ormas Islam di Indonesia.

Menurut Hamdan Zoelva sebagaimana dilansir Antara, video berisi pidato Kapolri itu merupakan pidato lawas yang disampaikan di Pondok Pesantren Annawawi, Serang, Banten dalam acara Nahdlatul Ulama pada 8 Februari 2017. Ponpes tersebut diketahui milik Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Maaruf Amin.

Adapun potongan pidato Kapolri yang menjadi kontroversi adalah sebagai berikut: Perintah saya melalui video konferens minggu lalu saat Rapim Polri, semua pimpinan Polri hadir, saya sampaikan tegas, menghadapi situasi saat ini, perkuat NU dan Muhammadiyah. Dukung mereka maksimal.

BACA JUGA:   3 September 2020 Salam Radio dengan topik Geliat Syarikat Islam di Nusa Tenggara Timur

Semua Kapolda saya wajibkan untuk membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Para Kapolres wajib membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota.

Para Kapolsek wajib untuk di tingkat kecamatan bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah. Jangan dengan yang lain. Dengan yang lain itu nomor sekian. Mereka itu bukan pendiri negara. Mau merontokkan negara malah iya, ya. Tapi yang sudah konsisten dari awal sampai hari ini, itu adalah NU dan Muhammadiyah.

Termasuk kami berharap hubungan antara NU dan Muhammadiyah juga bisa saling kompak. Satu sama lainnya. Boleh beda pendapat, tapi kalau sudah bicara NKRI, mohon, kami mohon dengan hormat, kami betul-betul titip, kami juga sebagai umat muslim, harapan kami hanya kepada dua organisasi besar ini.(*)

sumber: merahputih.com

News Feed