by

Hamdan Zoelva Pastikan Pidato Kapolri tak Menyimpang

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

jpnn.com, JAKARTA – Hamdan Zoelva telah menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Hamdan mendampingi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syarikat Islam untuk menanyakan pidato Tito beberapa waktu lalu yang belakangan viral.

Menurut Hamdan, dia bersama sejumlah rekan dari DPP Syarikat Islam telah mendapat penjelasan soal pidato sepanjang 26 menit tersebut.

“Kami melakukan klarifikasi atau tabayun terhadap pernyataan Pak Kapolri. Beliau menyampaikan kronologis, cerita yang cukup lengkap tentang bagaimana pernyataan itu sebenarnya,” papar Hamdan di depan rumah dinas Kapolri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1).

BACA JUGA:   Ketua Umum LT/SI menuju lokasi sekolah kader SEMMI mengisi Ideologi Syarikat Islam

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menuturkan, pidato Tito direkam pada Februari 2017.

Tepatnya di Pondok Pesantren Kiai Ma’aruf Amin dalam sebuah acara internal dari Nahdlatul Ulama.

“Ada bagian pidato yang menurut Pak Kapolri tidak sesuai dengan yang disampaikan karena itu pidato terpotong-potong,” sambung dia.

Apa yang tersebar, kata dia, tak seluruhnya dari ucapan Tito, sehingga ada penafsiran yang keliru.

“Dengan dapatkan penjelasan itu kami bisa memahami tidak ada niat sama sekali seperti disampaikan Kapolri untuk menyampingkan adanya ormas-ormas Islam yang lain,” ucap dia.

BACA JUGA:   25 Agustus 2020 Kajian Islam Dan Konstitusi Bersama Dr. H. Hamdan Zoelva

Hamdan juga mengungkapkan, tak ada pernyataan Tito yang hendak menjatuhkan ormas Islam selain NU dan Muhammadiyah.

“Menyatakan bahwa ormas yang lain itu adalah merontokkan negara, sama sekali tidak ada,” tegas dia.

Menurut dia, yang dimaksud Tito sebagai perontok negara adalah pemahaman tafkiri. Pemahaman itu adalah bibit dari radikalisme.

“Ya kelompok tafkiri yang sangat radikal, jadi bukan ormas-ormas,” pungkasnya. (mg1/jpnn)

sumber: jpnn.com

News Feed