by

Buntut Video Viral Kapolri, Penerus Syarikat Islam “Labrak” Tito

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

JawaPos.com – Pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang viral di media sosial (medsos) terkait perintahnya kepada jajaran kepolisian dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mendapat reaksi keras dari ormas Islam lainnya, termasuk dari Syarikat Islam (SI) atau Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam.

Ormas yang kini dipimpin Hamdan Zoelva itu akan “melabrak” kapolri alias meminta klarifikasi soal perintah tersebut. Sebab SI sudah lahir sebelum Indoneia merdeka.

Rencananya SI akan mendatangi kediaman Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. “Iya benar ingin ke rumah Kapolri, sudah janjian pukul 12.00 WIB,” kata Ketua Umum Syarikat Islam/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva kepada JawaPos.com, Jakarta, Rabu (31/1).

Hamdan menjelaskan, kunjungannya ke rumah dinas Kapolri tersebut ingin mengklarifikasi terkait pernyataan Tito di sebuah video yang viral di medsos. “Iya ingin minta klarifikasi soal pernyataannya,” ungkap Hamdan.

BACA JUGA:   Wagub Jabar Minta Ulama Terapkan Ketat Protokol Kesehatan

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut sebanyak delapan orang dari DPP SI akan menjumpai Tito di kediamannya. “Ada sekitar delapan orang dari Syarikat Islam,” jelas Hamdan.

Sebelumnya, Mabes Polri mengklarifikasi terkait pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebut untuk memperkuat ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Ternyata pernyataan Tito di video tersebut diungkapkan pada 2016 lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebutkan agar seluruh Kapolda dapat bekerjasama dengan hanya dua organisasi NU dan Muhammadiyah dilontarkan pada 2016 silam.

BACA JUGA:   24 September 2020 Program Salam Lentera Kebajikan Jelang Majelis Tahkim 41 Syarikat Islam Bersama Al Khairi Yacob, S.Ag

“Itu kejadian tahun 2016, waktu itu kalau nggak salah ada MOU dengan NU. Saya waktu itu masih Kadiv Hukum, bahkan gambarnya viral ada gambar saya disitu,” kata Setyo di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/1).

Menurut Setyo, pernytaan Tito disampaikan saat penandatanganan antara Polri dengan NU di gedung PBNU yang terletak di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. “Di kantor PBNU kalau nggak salah,” ucap Setyo.

Mendengar terdapat sejumlah ormas yang tidak terima akan penyampaian Tito itu, kata Setyo, Mabes Polri akan mengumpulkan ormas Islam lainnya untuk memberikan klarifikasi. “Iya mau memberikan penjelasan ke organisasi-organisasi Islam,” pungkas Setyo.

Editor : Indra Sanjaya

Reporter : (rdw/JPC)

sumber: jawapos.com

News Feed