by

Napak tilas ke rumah HOS Tjokroaminoto, Puti ingin rasakan suasana kebatinan

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Merdeka.com – Usai napak tilas rumah kelahiran Bung Karno, calon wakil gubernur Puti Guntur Soekarno berjalan kaki menuju rumah bekas indekos kakeknya itu, yang tidak lain di rumah Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, Senin (22/1).

Hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah kelahiran Bung Karno. Rumah HOS Tjokroaminoto yang berlokasi di jalan Peneleh VII No. 29 Surabaya memiliki nilai sejarah bagi bangsa ini.

“Saya sengaja berjalan kaki, karena ingin merasakan suasana kebatinan ketika kakek saya tinggal di sini,” ujarnya sesampai di Rumah HOS Cokroaminoto.

BACA JUGA:   17 September 2020 Program Salam Lentera Kebajikan Jelang Majelis Tahkim 41 Syarikat Islam Bersama Ir. H. Achmad Farial

Puti mengatakan HOSTjokroaminoto adalah sosok guru besar bagi Bung Karno. Semasa remaja, Koesno (nama lain Bung Karno) yang awalnya tidak paham apa itu berpolitik mulai digodok di rumah ini.

“Di rumah ini, gelora perjuangan Bung Karno untuk melawan kolonialisme dan kapitalisme mulai bangkit,” kata dia.

Tak banyak kata dalam sambutannya, Puti pun melihat-lihat isi rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto. Oleh penjaga rumah itu, Puti ditunjukkan ruangan kamar tidur HOS Tjokroaminoto.

Kemudian diceritakan Bung Karno menemukan cinta pertamanya yaitu, Utari. Utari tak lain adalah anak pertama dari HOSTjokroaminoto sekaligus nenek buyut dari artis, Maia Estianti.

BACA JUGA:   MTs Cokroaminoto Madukara mengucapkan Selamat HUT TNI ke 75 tahun

Lalu, beranjak ke bagian belakang rumah, Puti pun menaiki tangga menuju loteng. Loteng ini dulu digunakan Bung Karno berdiskusi dengan para sahabatnya. Dengan takzim, Puti memperhatikan sudut-sudut loteng. Di dalamnya, terdapat tikar dan meja kecil untuk membaca.

“Saya akhirnya membayangkan bagaimana bung karno berdiri di atas meja berpidato sambil menunjuk-nunjuk,” ujarnya.

Rumah HOSTjokroaminoto ini dikenal sebagai tempat indekos pemuda-pemuda pergerakan dan penghasil tokoh bangsa di antaranya adalah Soekarno, Kartosuwiryo, Semaun, Musso, dan Alimin. [paw]

sumber: merdeka.com

News Feed