by

Desak Tindak Tegas Penjual Miras, Ormas Islam Datangi Bupati Banjarnegara

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

BEBERAPA tokoh agama di Kabupaten Banjarnegara bertemu Bupati Banjarnegara mendesak agar para penjual miras ditindak tegas, beberapa waktu lalu.SATELITPOST/MAULABEBERAPA tokoh agama di Kabupaten Banjarnegara bertemu Bupati Banjarnegara mendesak agar para penjual miras ditindak tegas, beberapa waktu lalu.SATELITPOST/MAULA
BEBERAPA tokoh agama di Kabupaten Banjarnegara bertemu Bupati Banjarnegara mendesak agar para penjual miras ditindak tegas, beberapa waktu lalu.SATELITPOST/MAULA

BANJARNEGARA,SATELITPOST-Pemberantasan peredaran miras di Banjarnegara terus digencarkan pemerintah daerah. Kali ini, giliran sejumlah tokoh ormas Islam yang mendatangi bupati. Mereka mendesak agar Bupati Banjarnegara bertindak lebih tegas terhadap para penjual miras

Selama ini, aparat Satuan Polisi Pamong Praja dan kepolisan termasuk rutin melakukan pemberantasan miras di Banjarnegara. Namun keberadaan miras-miras tersebut ternyata masih saja beredar di masyarakat.

Untuk itu sejumlah tokoh masyarakat dan ormas Islam seperti FKUB, Syarikat Islam, NU, Muhammadiyah, Kemenag, dan sejumlah ormas lainnya meminta bupati bertindak lebih tegas lagi dalam memberikan hukuman, khususnya bagi penjual dan pembuat miras. Selain itu mereka juga meminta agar tempat karaoke yang menyediakan miras juga diberi sangsi meski masih berizin dan jika perlu ditutup.

BACA JUGA:   20 Agustus 2020 Program Salam Lentera Kebajikan Jelang Majelis Tahkim 41 Syarikat Islam Bersama H. Zainul Aidi

“Kami ingin memastikan bahwa perda daerah tentang miras lebih tegas, sehingga akan membuat efek jera bagi penjual dan pembuat miras,” kata Ketua Syarikat Islam Banjarnegara Mushobihin.

Menurutnya, selama ini miras dianggap sebagai sumber segala maksiat, di mana yang rasional menjadi bisa menjadi tidak rasional. ia mengatakan hal tersebut akan  merusak moral generasi bangsa. Untuk itu pihaknya meminta agar perda tentang miras benar-benar ditegakkan dengan tegas.

Sementara Ketua Nahdhatul Ulama Banjarnegara Zainul Arifin mengatakan, selama ini pemerintah terus melakukan razia miras, namun keberadaan miras masih saja banyak dijumpai di Banjarnegara. Lebih ironis lagi, saat ini banyak korban dari miras yang sebagian besar adalah generasi muda. “Kami sering menjumpai anak-anak muda, bahkan anak SMP meneggak miras oplosan,” katanya.

Zainul juga meminta agar Bupati lebih tegas dalam memberikan sangsi terhadap penjual dan pembuat miras  oplosan. “Sebagi ormas Islam, kami bersama ormas lainnya yaitu Syarikat Islam dan Muhammadiyah sudah sepakat bahwa pemerintah harus lebih serius dan tegas dalam memberantas miras,” katanya.

BACA JUGA:   Sejumlah Ulama Lapor Polisi Atas Dugaan Pencatutan Foto Kyai

Sementara Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono siap akan segera menindaklanjuti permintaan ormas Islam, FKUB , MSUI dan MUI untuk bertindak tegas terhadap para penjual dan pembuat miras oplosan. “Kami dengan DPRD segera menindaklanjuti desakan dari Ormas Islam, FKUB, MSUI dan MUI,” katanya.

Selama ini dalam Perda Miras sanksi kepada penjual memang masih tindak pidana ringan (Tipiring). Dalam Perda nomer 8 tahun 2008 atas perubahan Perda no 8 tahun 2002 disebutkan sanksi berupa kurungan maksimal tiga bulan atau denda Rp 50 juta.

“Kami akan mengubah Perda itu menjadi lebih tegas dan lebih berat bagi penjual miras. Dan saat ini perda tersebut sedang kami proses bersama DPRD,” ujarnya. (oel)

sumber: satelitpost.com

News Feed