by

Sandiaga Uno ajak pegawai Alexis perdalam ilmu agama

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Merdeka.com – Ribuan pegawai Hotel Alexis berpotensi menjadi pengangguran usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menolak permohonan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) baru yang diajukan. Akibatnya, Alexis harus menutup usahanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno telah menyiapkan lapangan pekerjaan untuk para pegawai dengan mengikuti program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK OCE) yang bergerak di usaha perhotelan.

“Nanti tentunya dari Kadisnaker bisa mendata berapa teman-teman dari Alexis Group yang harus direlokasi pekerjaannya,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/10).

“Dan juga yang bergerak di bidang restoran agar mereka bisa mendapatkan lapangan pekerjaan setelah proses perpanjangan usaha Alexis ini ditolak oleh Pemprov,” sambungnya.

Sandiaga mengatakan Pemprov DKI akan memfasilitasi para pegawai Alexis tak terkecuali bagi pegawai wanita. Apalagi, ini diterapkan bagi mereka yang memiliki KTP Jakarta.

BACA JUGA:   Sedang berlangsung Musyawarah Kerja PC SI Kab. Bandung tahun 2020 di GEDONG SI - Bandung

Bahkan, Sandiaga mengusulkan agar para pekerja tak kembali bekerja di tempat yang serupa dan lebih memilih untuk memperdalam ilmu agama. Salah satunya dengan mengikuti pengajian di Syarikat Islam.

“Ya untuk yang berKTP DKI saya usulkan bisa ikut pengajian di Syarikat Islam,” ungkap Sandiaga.

Terkait pernyataan Sandiaga, Hamdan Zoelva selaku Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam siap menampung para pekerja yang ingin kembali ke jalan yang benar dengan memberikan fasilitas untuk belajar agama.

“Itu bener, kita terima dengan baik dan kita akan lakukan pembinaan,” kata Hamdan.

Sebelumnya, Legal & Corporate Affair Alexis Group, Lina Novita mengatakan, Alexis total memiliki 1.000 orang pegawai. Dari jumlah tersebut 600 orang merupakan pegawai tetap dan sisanya 400 orang adalah pegawai lepas.

BACA JUGA:   Wagub Jabar Minta Ulama Terapkan Ketat Protokol Kesehatan

Pihaknya membantah mempekerjakan pekerja asing sebagai karyawan maupun terapis.

“Tak benar. Kalau ada event orang asing ngadain acara, itu dari mereka.

Kami kan membuka, kalau ngadain acara, silakan,” kata Lina dalam jumpa pers di Hotel Alexis, Jakarta, Selasa (31/10).

Sementara itu, Legal & Corporate Affair Alexis Group, M Fajri menyatakan dari 1.000 pegawai itu 150 orang di antaranya merupakan pegawai hotel dan pijat di Alexis.

“Kami tak batasi siapapun beraktivitas, kalau ada anak bangsa atau siapapun yang beraktivitas, kita tak bisa batasi. Kalau jumlah karyawan untuk pijat dan hotel itu 150,” katanya. [rzk]

sumber: merdeka.com

News Feed