by

Perbaiki Citra, Polri Butuh Masukan dari Pemuda dan Mahasiswa

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Cianjur – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) siap menerima masukan dari para pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Semua dilakukan demi perbaikan lembaga kepolisian dan terciptanya suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

“Pesan bapak Kapolri, peran apa yang bisa diberikan adik-adik (pemuda dan mahasiswa) sekalian kepada Polri. Memberikan informasi bekerja sama dengan semua pihak, baik itu Polri dan TNI, memberikan masukan ketika ada yang perlu diperbaiki di lembaga Polri,” kata Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Lutfi Lubihanto mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menjadi pemateri dalam acara “Jambore Kebangsaan” di Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (26/10)

Di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai elemen, Kabaintelkam Polri juga mengingatkan agar mahasiswa dapat selalu menyuarakan dan mengkritisi setiap masalah yang dianggap tidak sejalan dengan visi dan misi kebangsaan. “Jadi, tetaplah berunjuk rasa. Tetapi, patuhi aturan UU juga. Kami juga sedang mengajarkan masyarakat untuk menggunakan haknya,” ucap Lutfi.

BACA JUGA:   Follow up sekolah kader I PB SEMMI

Dijelaskan, dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum jelas diatur tentang hak dan kewajiban seorang warga negara dalam menyampaikan aspirasinya. “Jadi, Pasal 5 UU Nomor 9 tahun 1998 menyebutkan, setiap orang atau sekelompok orang dijamin haknya untuk berpendapat. Warga juga dijamin keamanan berunjuk rasa, termasuk unjuk rasa mahasiswa,” ujarnya.

Sebagai generasi penerus bangsa, diingatkan, setiap kelompok pemuda dan mahasiswa juga sudah seharusnya dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik. “Mahasiswa adalah generasi yang menjadi penerus bangsa. Pertegaskan intelektual diri masing-masing. Anda diberikan fasilitas orangtua untuk mencerdaskan. Maka, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya untuk kecerdasan intektual,” kata Lutfi.

BACA JUGA:   Isu penggelapan dana untuk jatuhkan Bintang Wahyu Saputra Sebagai Ketua Umum PB SEMMI

Jambore kebangsaan mahasiswa-pemuda merupakan kerja bersama dari 15 organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan (PB HMI, PP KAMMI, PP HIMA PERSISI, PP GMKI, PP PMKRI, PB PMII, PP KMHDI, Presidium GMNI, PP GPII, Presidum Hikmahbudhi, PP HIMMAH Al-Washliyah, PB SEMMI, PB Pemuda Muslimin, PP IPTI, dan PP GEMA (Mathla’ul Anwar). Jambore diikuti sekitar 5.000 peserta pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Jambore yang berlangsung pada 25-29 Oktober itu dihadiri para pembicara maupun tokoh penting, baik jajaran pemerintah, negarawan, dan pengusaha, antara lain Ketua MPR Zulkifli Hasan, Mendagri Tjahjo Kumolo, politisi senior Partai Golkar Akbar Tanjung, Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi M, serta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Sumber: BeritaSatu.com
sumber: beritasatu.com

News Feed