by

Batal Hadiri Jambore, Presiden Akan Terima Perwakilan Pemuda dan Mahasiswa

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – Presiden Joko Widodo batal membuka agenda Jambore Kebangsaan yang digelar gabungan organisasi mahasiswa dan pemuda se-Indonesia di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas, Jawa Barat, Rabu (25/10).

Sebagai penggantinya, Presiden menugaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo untuk membuka gelaran acara yang digagas Forum Cipayung Plus itu.

Kendati demikian, di hadapan sekitar 5.000 pemuda dan mahasiswa, Presiden Joko Widodo melalui Mendagri berjanji untuk menerima perwakilan organisasi pemuda dan mahasiswa setelah acara selesai.

“Saya baru dua hari yang lalu mendapatkan perintah dari Bapak Mensesneg kepadatan dan kesibukan Presiden. Beliau menyampaikan maaf tidak bisa menghadiri pembukaan Jambore. Nanti selesai acara selesai panitia dan pimpinan organisasi pemuda dan mahasiswa bisa diterima oleh bapak presiden,” kata Tjahjo Kumolo saat membuka Jambore kebangsaan di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas, Jawa Barat, Rabu (25/10).

BACA JUGA:   Milad ke-115, Pergerakan Syarikat Islam Menuju Masyarakat 5.0

Menurutnya, Presiden Joko Widodo sendiri memberikan apresiasi penuh atas terselenggaranya Jambore Kebangsaan. Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk menyatukan visi, misi dan cita-cita pemuda Indonesia.

“Kami mengapresiasi acara ini dengan baik.
Kebetulan saya mengikuti dengan seksama. Ketua panitia menjelaskan dengan detail kegiatan yang sangat strategis yaitu Jambore kewirausaha yang melibatkan seluruh organisasi kemahasiswaan,” ucapnya.

Jambore kebangsaan mahasiswa-pemuda merupakan kerja bersama dari 15 organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PB HMI, PP KAMMI, PP HIMA PERSISI, PP GMKI, PP PMKRI, PB PMII, PP KMHDI, Presidium GMNI, PP GPII, Presidum Hikmahbudhi, PP HIMMAH Al-Washliyah, PB SEMMI, PB Pemuda Muslimin, PP IPTI, dan PP GEMA (Mathla’ul Anwar). Jambore itu sendiri diikuti sekitar 5.000 Peserta pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

BACA JUGA:   PB SEMMI mengadakan webinar PAM swakarsa untuk apa dan siapa?

Jambore yang berlangsung pada 25-29 Oktober itu rencananya dihadiri oleh para pembicara maupun tokoh penting baik jajaran pemerintah, negarawan, dan pengusaha. Diantaranya Oesman Sapta Odang (Ketua DPD RI), Zulkifli Hasan (Ketua MPR RI), Tito Karnavian (Kapolri), Rini Soemarno (Menteri BUMN), Bahlil Lahadalia (Ketua BPP HIPMI), Yudi Latief (Ketua UKP Pancasila).

Kemudian Ignatius Johan (Menteri ESDM), Imam Nahrawi (Menpora), Arif Budimanta (Wakil Ketua KEIN), para tokoh Cipayung seperti Bursah Zanubi, Muhammad Yamin, Theo L. Sambuaga, H. Azis Syamsuddin, dan lain-lain.

Para pembicara akan berbagi ilmu dan menebar inspirasi seputar isu kebangsaan dan kewirausahaan. Sebab, gerakan kewirausahaan nasional merupakan isu strategis pembangunan nasional saat ini. Terlebih untuk mempersiapkan para mahasiswa dan pemuda agar siap dalam menghadapi persaingan global.

Sumber: Suara Pembaruan
sumber: beritasatu.com

News Feed