by

Meski Terpilih Jadi Ketua MK, Arief Hidayat Bakal Lengser di 2018

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Arief Hidayat akhirnya terpilih kembali menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam rapat permusyawaratan hakim (RPH), 9 hakim konstitusi memilihnya secara aklamasi.

Meski Arief Hidayat terpilih kembali akan tetapi pada tahun depan 2018 mendatang, MK akan menggelar pemilihan Ketua MK yang baru. Karena jabatan Arief selaku hakim konstitusi akan berakhir pada April 2018. Berdasarkan aturan, masa jabatan Ketua MK adalah 2 tahun 6 bulan.

Untuk periode pertama, Arief menggantikan Ketua MK sebelumnya Hamdan Zoelva pada Januari 2015, dan tepat hari ini 14 Juli 2017, jabatan Ketua MK periode pertama berakhir.

“Beliau itu berakhir tadi tanggal 14 Juli untuk periode pertama, untuk periode kedua kan 2017-2020. Namun, karena beliau jabatan selaku hakim berakhir nanti pada April 2018 maka tentu otomatis jabatan sebagai Ketua MK berakhir juga,” ujar Sekjen MK M. Guntur Hamzah di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/7).

Arief juga dipastikan tidak akan menjabat sampai tahun 2020. Sehingga nanti pada April 2018, MK akan kembali menggelar pemilihan lagi Ketua MK yang baru.

BACA JUGA:   Minta Tunda Sidang UU Minerba di MK, Pemerintah Nggak Siap?

“Berarti (Pak Arief) tidak digunakan sampai 2020 tetapi sampai 2018 bulan April. Kalau beliau terpilih jadi hakim konstitusi lagi nanti akan ada pemilihan lagi. 2018 nanti akan ada pemilihan lagi,” tukasnya.

Pemilihan Ketua MK (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)

Banyak Menuai Kritik

Di bawah kepemimpinan Arief Hidayat, MK bukannya tanpa permasalahan. Terakhir yang sempat heboh adalah tertangkap tangannya hakim konstitusi Patrialis Akbar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu, kredibilitas, integritas dan nama besar MK sebagai penegak konstitusi sontak luluh lantah. Patrialis akhirnya diberhentikan secara tidak hormat oleh Presiden.

Tak cuma itu, banyak pihak yang menganggap MK terkesan lamban dalam menangani dan memutus perkara uji materi peraturan perundang-undangan yang diajukan ke MK.

Menjawab hal itu, Arief mengatakan bahwa jumlah perkara yang masuk ke MK saat ini semakin banyak. Untuk menghitung lamanya masa perkara caranya yaitu dengan membagi seluruh jumlah putusan dan jumlah perkara yang masuk.

BACA JUGA:   Syukuran peresmian kantor Badan Pengembangan Dakwah Ekonomi Syarikat Islam di Jakarta

“Perlu diketahui publik, bahwa jumlah perkara yang masuk per tahun sudah mencapai angka 130-an. Hari-hari kita banyak tersita waktu untuk lakukan pemeriksaan. Tapi konsekuensinya antara kecepatan penanganan perkara dengan kualitas putusan, kalau cepat tapi kualitas jelek maka percuma,” ungkapnya.

Dengan demikian, Arief berharap 9 hakim konstitusi saat ini terus Istiqamah dan amanah mengemban tugas. Karena pertanggungjawaban sebagai hakim konstitusi menurutnya tidak hanya kepada masyarakat Indonesia tetapi juga di akhirat.

Arief juga ingin menegaskan bahwa sesama hakim konstitusi juga harus bisa saling mengingatkan agar kejadian buruk di masa lalu tidak terulang lagi.

“Mohon doa restunya saja, supaya hakim-hakim yang sekarang ini istiqamah, amanah, dan sekali lagi saya selalu ingatkan bahwa kita itu tidak hanya bertanggung jawab di dunia kepada masyarakat indonesia, kita juga bertanggung jawab di akhirat, kalau kita lihat memang sepakat untuk saling mengingatkan. Saling menegur supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak senonoh,” pungkasnya.

Reporter: Ferio Pristiawan

sumber: kumparan.com


Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

News Feed