by

Presidium KAHMI Harus Berintegritas dan Representatif

Print Friendly, PDF & Email

Palembang, Sumselupdate.com – Musyawarah Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Munas KAHMI) X yang akan berlangsung di Medan, 17 – 19 November 2017, tinggal menghitung hari. Para calon presidium KAHMI 2017-2022 pun telah bergerilya ke sejumlah wilayah untuk memaparkan visi dan misi, sekaligus menggalang dukungan.

Terkait dengan momentum suksesi kepemimpinan di tubuh KAHMI tersebut, peran Majelis Wilayah dan Majelis Daerah KAHMI sebagai pemilik suara tentunya sangat menentukan. Mereka yang akan menentukan bagaimana komposisi dan wajah para nahkoda KAHMI Nasional ke depan.

Ketua Umum Majelis Daerah KAHMI Kota Palembang, Solehun, ketika dimintai komentarnya terkait kriteria calon Presidium KAHMI ke depan, Selasa (7/11/2017), berpandangan bahwa parameter integritas dan representasi patut menjadi pertimbangan peserta Munas.

“Ini penting agar idealita perjuangan tetap terjaga dan tidak terjebak dalam kepentingan pragmatis. Selain itu, ke depan KAHMI juga harus merepresentasikan keterwakilan daerah di nusantara sehingga eksistensi dan perannya dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur di negeri ini dapat berjalan efektif”, ujar Solehun.

BACA JUGA:   Bukan Cuma Anies, Polisi Juga Bakal Panggil Ridwan Kamil Buntut Kerumunan Massa Habib Rizieq

Menurut Solehun, pihaknya tidak menampik jika kontestasi presidium KAHMI pada Munas kali ini akan berlangsung seru mengingat bersamaan dengan datangnya momentum tahun politik yakni Pilkada Serentak 2018 dan Pileg/Pilpres 2019. “Soal tahun politik ini tentunya ikut mempengaruhi. Tapi perlu diingat, Munas kali ini berbarengan pula dengan momentum penganugerahan pahlawan nasional kepada pendiri HMI, Prof. Lafran Pane. Artinya, ada tanggung jawab moral bagi peserta Munas untuk meneruskan konsep, gagasan, karya, ataupun jasa-jasa HMI sebagaimana yang telah beliau teladankan bagi pembangunan dan kemajuan bangsa”, tegasnya

Jajaran Pengurus Majelis Daerah KAHMI Kota Palembang

Sementara itu, Sekretaris Umum KAHMI Kota Palembang M Khalifah Alam menambahkan, selain faktor integritas dan kapabelitas, juga penting bagi peserta Munas untuk memperhatikan representasi calon presidium berdasarkan latar belakang profesinya. Ini dibutuhkan agar KAHMI nanti bisa lebih dinamis.

“Tentu akan sangat baik jika anggota presidium KAHMI ke depan dapat mengakomodir calon dengan beragam profesi. Tidak hanya politisi, tetapi birokrat, akademisi, pengusaha, lawyer, ulama, dan sosok profesional lainnya juga harus diupayakan terwakili,” ujarnya.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK: Anies Baswedan & Habib Rizieq Tak Bisa Dipidana Pakai UU Karantina!

Alam menambahkan bahwa yang tak kalah pentingnya adalah calon presidium tersebut harus memiliki waktu dan mau bekerja untuk organisasi. “Jangan sampai nama tercatat sebagai anggota presidium tetapi tidak aktif,” ujarnya.

Sejauh ini diketahui panitia seleksi calon presidium KAHMI 2017 – 2022 telah melakukan kerja penjaringan. Dari 65 pendaftar bakal calon, Panitia telah menetapkan 35 bakal calon presidium KAHMI yang memenuhi persyaratan administrasi.

Mereka adalah A. Riza Patria, Ade Komarudin, Ahmad Doli Kurnia, Ambia B Boestam, Asep Saefuddin, Beby SD Banten, Dede Rosyada, Eggi Sudjana, Erwin M. Singajuru, Fadli Nurzal, Hamdan Zoelva, Harry Azhar Aziz, Herman Khaeron, Ibnu Munzir, Idris Zaini, Idzan Pautanu, Kamrussamad, dan Manimbang Kahariady.

Selanjutnya, Muhamad Yusuf, Musni Umar, Nadjamuddin Ramly, Naufal Bahreisy, Noor Azasi Ahsan, Nurmansyah E. Tandjung, Siti Zuhro, Reni Marlinawati, Sigit Pamungkas, Subandriyo, Syaiful Bachri Ruray, T. Taufiqul Hadi, Tati Hartimah, Tengku Syahrul Anshari, Viva Yoga Mauladi, Yayat Y. Biaro, dan Yunianto Wahyudi. (shn)

sumber: sumselupdate.com

News Feed