by

Utusan Suap Bersandi Santri

Print Friendly, PDF & Email

Semuanya karena praktik korupsi: Arti “pengajian” berubah menjadi sebuah tender proyek pengadaan Al-Quran. Lalu, “kyai” berarti pejabat di Kementerian Agama, dan “santri” adalah orang yang diutus untuk mengirimkan uang suap.

Itu secuil kode yang diungkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi saat mengusut kasus korupsi proyek pengadaan Al-Quran pada 2012. Di kasus lain, istilahnya berbeda: Kilogram, pasien, obat, dan vitamin.

Apakah upaya mengelabui penyidik KPK itu berhasil? Tidak. Dalam kasus korupsi Al-Quran saja, mantan Anggota DPR asal fraksi Golkar, Zulkarnaen Djabar, dan anaknya yang bernama Dendy Prasetya, sudah dihukum.

Sabir Laluhu di KPK. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Berbekal liputan di KPK, wartawan Koran Sindo, Sabir Laluhu, mengumpulkan kode-kode korupsi itu dan menjadikannya buku.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK: TNI yang Urusi Habib Rizieq Mengkhawatirkan dan Menakutkan!

Bertitel “Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi”, buku setebal 686 halaman itu memuat data kode dari kasus korupsi Al-Quran hingga suap terkait reklamasi teluk Jakarta.

“Saya mengerjakan buku ini 2 tahun 1 bulan, sejak November 2014,” kata Sabir.

Menurut Sabir, memecahkan kode korupsi menjadi kewajiban penegak hukum yang hendak mengusut tuntas kasus korupsi.

“Bukan hanya tugas KPK, tapi juga Kepolisian, Kejaksaan, dan majelis pengadilan terkait,” kata pria kelahiran Ambon 31 tahun lalu itu.

Peluncuran dan Diskusi Buku Sabir Laluhu (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Buku Sabir itu dibahas di acara Sarasehan Pustaka yang digelar di Gedung KPK, Rabu (17/5).

Pakar komunikasi politik, Effendi Gazali, tercengang dengan beberapa sandi korupsi di buku itu. Penggunaan kode membuat percakapan seolah-olah menjadi halus.

“Mereka menyebut kata yang akrab di telinga umat muslim, seperti ‘santri’ atau ‘pengajian’,” kata mantan dosen Universitas Indonesia itu saat menghadiri acara.

BACA JUGA:   Terkait Anies Terancam Dipenjara 1 Tahun, Hamdan Zoelva : Karantina Itu Berbeda dengan PSBB
Peluncuran dan Diskusi Buku Sabir Laluhu (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Di acara tersebut, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan kode-kode untuk mengaburkan tindakan korupsi, menunjukkan keaktifan seorang pelaku.

“Itu pemikiran pelakunya, yang bertujuan mengaburkan maksud yang ada di belakang tindakannya,” ujar dia.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan penyidik lembaganya sudah lama sadar soal penggunaan bahasa kode di praktik korupsi. Maka itu, KPK berupaya lebih progresif.

“Koruptor itu makin lama makin pintar dan makin hati-hati,” ujar Alex.

Adapun buku itu belum beredar di Jakarta, perusahaan penerbitnya, Bildung, baru akan memasarkan buku itu di seputaran Yogyakarta.

Buku Karya Sabir Laluhu. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

sumber: kumparan.com

News Feed