by

Pemimpin Umat Terbelah: Moderat dan Kanan, Hamdan Prihatin

Print Friendly, PDF & Email

TEMPO.COJakarta – Hamdan Zoelva, Ketua Pengajian Politik Islam, mengatakan prihatin atas situasi kepemimpinan umat Islam saat ini.  “Kepemimpinan umat sekarang seakan terbelah antara moderat dan kanan. Dua kekuatan ini harus dapat didekatkan sehingga kepemimpinan Islam menjadi kuat,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2015 ini.

Selain itu, Hamdan Zoelva mengatakan dua tantangan besar lainnya yang dihadapi umat Islam saat ini adalah kemampuan membangun kekuatan ekonomi dan merekatkan persatuan umat. “Ekonomi umat rata-rata berada di tataran bawah. Ini harus ditingkatkan menjadi menengah dan atas. Dengan peningkatan ekonomi, maka umat Islam menjadi kuat dan otomatis ketahanan ekonomi Indonesia pun bakal menguat, mengingat jumlah umat Islam di negeri ini sekitar 85 persen,” ujarnya kepada Tempo, Kamis, 19 Januari 2017.

BACA JUGA:   Profil KH Hisyam dan sejarah pendirian sekolah Muhammadiyah

Menurut Hamdan, peningkatan ekonomi dibangun melalui upaya membangun kesadaran pentingnya jiwa yang mandiri dan semangat wirausaha, sehingga melahirkan sebanyak-banyaknya pengusaha muslim. Selain itu, dibangun kekuatan bersama sebagai modal pembangunan ekonomi dalam bidang produksi, distribusi dan perdagangan, serta jasa keuangan.

Dalam bidang sosial, membangun kesadaran sosial bersama berdasarkan persaudaraan Islam dengan sepenuhnya menyadari bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural. Membangun situasi sosial yang saling menghormati antara satu dan lainnya sebagai sesama warga negara tanpa perbedaan.

BACA JUGA:   Indonesia Tidak Sedang Karantina, Hamdan Zoelva: Aparat Tidak Boleh Menggunakan UU Kekarantinaan

“Dalam bidang politik, pentingnya membangun kesadaran para politikus muslim bahwa persatuan umat jauh berada di atas daripada ego pribadi dan kelompok,” Hamdan menegaskan.

Dipilihnya Hamdan Zoelva sebagai Ketua PPI ini masih dalam hitungan hari. Ia mengatakan kegiatan rutinnya sedang disusun untuk setahun ke depan. “Pada prinsipnya, siapa saja boleh mengikuti karena pengajian ini bersifat terbuka untuk umum,” tuturnya.

S. DIAN ANDRYANTO

sumber:

News Feed