by

Bubur Sumsum dan Salat Subuh di Masjid Al-Azhar

Print Friendly, PDF & Email

Suara azan berkumandang pukul 04.26 WIB saat ribuan umat Islam telah memadati Masjid Al-Azhar, Jakarta. Udara dingin yang menyatu dengan kuatnya angin tak menjadi alasan bagi para jemaah berdatangan ke masjid di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu.

Andri (37) datang dengan dua orang anaknya dari Cibubur — 27 km dari Masjid Al-Azhar — sejak pukul 03.30 WIB karena ingin berada di saf paling depan saat salat subuh. Dia juga hadir karena ingin mengikuti tablig akbar yang akan digelar usai salat.

“Ada banyak saudara kita di sini,  kita bersama-sama buat dengar tausiah dari tokoh-tokoh hebat. Selain itu, pahalanya juga besar kalau salatnya sebanyak ini,” kata Andri.

Para jamaah terlihat antusias di dalam masjid. (Foto: Wandha Nur/kumparan)

Lain lagi dengan Soepono (45), yang mengaku datang terlambat karena kesiangan, dia datang usai salat subuh pukul 05.30 WIB dari Kelurahan Puspasari, Bogor, Jawa Barat. Dia harus menempuh jarak lebih dari 37 km.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK Sebut Seakan-akan Negara dalam Keadaan Darurat, Ini Penjelasannya

“Saya sudah duga bakalan telat, makanya salat dulu di rumah, habis itu baru ke sini,” jelasnya.

“Ada broadcast di WA saya untuk hadir, makanya saya datang,” imbuh Soepono.

Bachtiar Natsir ikut hadi di Masjid Al-Azhar. (Foto: GNPF MUI)

Salah subuh berjemaah disertai tablig akbar ini memang menyebar dalam bentuk poster di media sosial. ‘Tablig Akbar Politik Islam’, salat subuh berjemaah spirit 212 dengan tema tablig akbar ‘Memilih Pemimpin Muslim’.

Masjid Agung Al Azhar (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Meski jemaah membeludak hingga ke halaman masjid, namun berlangsung tertib karena pantia sudah mempersiapkan sebelumnya. Bahkan, panitia menyiapkan kudapan sederhana untuk jemaah.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK : Anies dan HRS Tak Bisa Dipidana Pakai UU Karantina
Jamaah laki-laki yang mengikuti salat subuh. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

“Dari semalam kami udah nyiapin semuanya, untuk konsumsinya kita sediakan bubur sumsum, bubur kacang Ijo, roti dan lain-lain,” kata panitia penyelenggara bidang konsumsi, Irma.

Panitia menyiapkan konsumsi untuk para jamaah. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Perwakilan dari Pesantren Tahfizh Husnayain Pekayon, Pasar Rebo, juga menjadi bagian dari panitia penyelenggaranya. Mereka melibatkan santri-santri yang masih muda untuk melayani jemaah.

Santri dari Pesantren Tahfizh Husnayain Pekayon. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

“Ada sekitar 30 santri yang sudah dilibatkan, itu termasuk para ustaznya juga. Mereka di bagian kesekretariatan dan juga pemungutan dana sumbangan,” jelas pembina pesantren, Ustad Iqbal.

Beberapa tokoh yang hadir dalam acara ini adalah cagub DKI Anies Baswedan, cawagub Sylviana Murni, mantan ketua MPR Amien Rais, Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir, mantan ketua MK Hamdan Zoelva, Ustad Tengku Zulkarnain, dan lainnya.

Masjid Al Azhar masih dipadati para jamaah. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
Suasana di sekitar Masjid Al-Azhar. (Foto: GNPF MUI)

sumber: kumparan.com

News Feed