by

SEJARAH: H. AGUS SALIM, BAPAK PANDU INDONESIA

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

H. AGUS SALIM

BAPAK PANDU INDONESIA

25 Juli 1907, di Brownsea Island – Lord Baden Powel – mendirikan perkumpulan yang di beri nama “Boy Scouting”. Perkumpulan ini terus berkembang dan banyak di tiru di negara negara lain. Di Indonesia sendiri, perkumpulan seperti ini bermula pada tahun 1916 dengan nama “Javansche Padvinders Organisatie” di kota Solo.

Nama “Padvinders” menjadi terkenal setelah pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1917 mendirikan “Nederlandsche Indische Padvinders Vereeniging” (NIPV) sebagai bagian dari “Nederlandsche Padvinders Vereeniging” di Den Haag, Belanda.

Selanjutnya berdiri pula perkumpulan perkumpulan Padvinders lain di Indonesia termasuk “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij (dibaca Padvinderay), atau disingkat SIAP pada tanggal 9 April 1927, di Mataram. H.Agus Salim yang sangat memperdulikan perkembangan anak anak dan generasi muda, diangkat menjadi mentor dan oleh Beliau diusulkan untuk memasukkan Q.S Albaqarah 177 dalam Anggaran Dasar SIAP.

BACA JUGA:   Uu Ruzhanul Ulum Ajak Ulama Jaga Kondusivitas Jabar

Tahun 1928, Komisaris NIPV, Mr. G.J. Raneft Hoofd, melarang Pndvinderij-Padvinderij yang tidak tergabung dalam NIPV, dilarang menggunakan nama “Padvinderij”. Inilah peristiwa yang tidak dapat dilupakan dalam sejarah kepanduan di Indonesia, dan inilah waktu, dimana SIAP dikaruniai Tuhan untuk merubah Sejarah.

Dalam Jambore sekaligus Kongres pertama SIAP di pegunungan Serayu, Banjarnegara, atas arahan dari H.Agus Salim, Kongres mengganti nama Padvinder menjadi “Pandu” dan Padvinderij
menjadi Ke-Pandu-an. yang bermakna menunjuk kearah yang baik kepada dirinya sendiri dan kepada orang lain.

Istilah “Pandu” sejak itu menjadi milik bangsa Indonesia.

Syarikat Islam Afdeling Padvinderij selanjutnya menjadi Syarikat Islam Afdeling Pandu dan pada tahun 1950 berubah kembali menjadi “Syarikat Islam Angkatan Pandu”

BACA JUGA:   Wagub Jabar Minta Ulama Terapkan Ketat Protokol Kesehatan

SAKO PRAMUKA SIAP

Dengan adanya Undang undang no 12 tahun 2010, maka Syarikat Islam menghidupkan kembali organisasi Syarikat Islam Angkatan Pandu, dengan bergabung di bawah bendera PRAMUKA dalam wadah Satuan Komunitas (SAKO).

DImotori oleh Kak Djodjo dan kawan kawan, SAKO PRAMUKA SIAP terus berbenah, membangunkan kembali gugus depan gugus depan dan cabang cabang serta wilayah di seluruh Indonesia.

Tahun 2013, SAKO PRAMUKA SIAP mengadakan Jambore di Banjarnegara, yang dihadiri oleh KaKwarnas, Kakak Azrul Azwar, dan sekaligus beliau meresmikan “Prasasti Pandu” di Banjarnegera.

Sebuah pengakuan atas jasa jasa H.Agus Salim sebagai bapak Pandu Indonesia.

disarikan dari tulisan kakak Imam Soepardjan, Komisaris Besar Umum SIAP tahun 1953 dan pengalaman pribadi.

#HAgusSalim
#Tokohsyarikatislam
#Caturprogram

sumber: facebook @syarikat.islam.125

News Feed