by

SEJARAH: H. AGUS SALIM, BERGABUNG DENGAN SYARIKAT ISLAM

Print Friendly, PDF & Email

H. AGUS SALIM

BERGABUNG DENGAN SYARIKAT ISLAM

Ada rumor Tjokroaminoto akan memberontak terhadap pemerintahan Hindia Belanda, Sebuah kapal Jerman, tengah berlayar menuju Jawa, membawa 40 ribu pucuk senjata, dan Dana sebesar 150.000 gulden telah disiapkan untuk membiayai pemberontakan. Demikian desas desus yang terdengar pihak sandi Hindia Belanda.

H. Agus Salim ditawari pekerjaan oleh Datuk Tumenggung, penasihat urusan Bumiputera atau adviseur voor Inlandsche Zaken, sebagai seorang telik sandi.

Menerima tawaran tersebut, Agus Salim mulai mendekati Tjokroaminoto. Tjokroaminoto bahkan kemudian mengundang Agus Salim untuk hadir dalam Kongres Syarikat Islam di Surabaya, bahkan dari Surabaya, Salim kemudian mengikuti Tjokroaminoto mengunjungi berbagai daerah di Jawa Timur untuk rapat rapat Syarikat Islam.

BACA JUGA:   26 Nopember 2020 Program Salam Lentera Kebajikan Jelang Majelis Tahkim ke 41 Syarikat Islam Bersama Fadli Baadilla Penerima Mandat Pembentukan SI Papua Barat dan Abidin Macap Tokoh Muda Raja Ampat

Salim begitu terkesan dengan perbawa Tjokroaminoto. Kemampuan berpidatonya, kemampuan menggalang massa dan bahkan Salim terkesima melihat puluhan ribu orang, mengelu elukan Tjokroaminoto, bagaimana mereka berebut untuk dapat mencium, berjabat tangan, bahkan sekedar menyentuh pakaian Tjokroaminoto. Kalau itu tak dapat, gelas bekas minum Pemimpin Syarikat Islam itu selalu jadi rebutan para pengikutnya.

Melihat keadaan itu, Salim menyampaikan kepada Tjokroaminoto, bahwa Kultus Individu yang seperti itu akan membuat Tjokroaminoto menjadi lupa diri dan sangat berbahaya.

Sembari tersenyum, Tjokroaminoto justru mengatakan, kalau begitu, Tuan harus membantu dan mendampingi untuk mengingatkan saya. Pada waktu itulah diantara kami berdua tercetus kesepakatan untuk saling membantu, demikan tutur H. Agus Salim.

BACA JUGA:   FOTO: PPP Silaturahmi ke Syarikat Islam

Begitu pulang ke Surabaya, H.Agus Salim memutuskan masuk Syarikat Islam, dan sejak itulah keduanya selalu berdampingan dalam memimpin Syarikat Islam hingga disebut sebagai Dwitunggal Syarikat Islam, sampai HOS Tjokroaminoto wafat.

Saat pertama kali bergabung, Salim mengatakan kepada Tjokroaminoto tentang hubungannya dengan polisi rahasia Hindia Belanda. Menurut Salim, Tjokroaminoto tidak mempersoalkan hal tersebut, apalagi Salim sudah menyatakan diri mundur dari pekerjaannya sebagai mata mata Hindia Belanda.

#HAgusSalim
#Tokohsyarikatislam
#Caturprogram

sumber: facebook @syarikat.islam.125

News Feed