by

Kepala BNPT Minta Masukan dan Saran kepada Kelompok Ahli

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius, menggelar rapat bersama para tim kelompok ahli BNPT yang baru untuk membahas perkembangan kasus terorisme, baik yang terjadi di Tanah Air dan di mancanegara. Bagi Suhardi, ini adalah rapat perdana dengan para kelompok ahli sejak dilantik sebagai Kepala BNPT 20 Juli lalu.

Rapat yang juga dihadiri Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal TNI (purn) Wiranto ini digelar di kantor perwakilan BNPT di salah satu Gedung kantor Kementerian di Jakarta, Senin, (24/10.)
Kelompok ahli BNPT saat ini terdiri dari beberapa pakar sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing seperti pakar terorisme, pakar agama, pakar psikologi, pakar hukum dan pakar hubungan internasional.

Kelompok ahli BNPT yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni Ansyaad Mbai (pakar terorisme), Azyumardi Azra (pakar agama), Syaiful Bakhri (pakar hukum), Hamdi Muluk (pakar psikologi), Iwan Gardono Sujatmiko (pakar sosiologi), Romli Atmasasmita, Hamdan Zoelva (pakar hukum), Hikmahanto Juwana, dan Yanyan M Yani (pakar hukum internasional). Hanya Nasaruddin Umar (pakar agama) saja yang berhalangan hadir dalam pertemuan tersebut karena sedang berada di Cile.

BACA JUGA:   Fadli Zon Bilang Ngawur, Hamdan Zoelva: Karantina Itu Berbeda dengan PSBB

“Ini adalah rapat perdana dengan para kelompok ahli BNPT yang baru kita tunjuk. Kelompok ahli ini sesuai bidang keilmuannya masing-masing seperti ahli agama, ahli psikologi, ahli hukum dan ahli hubungan internasional. Itu semua dikemas sedemikian rupa sehingga betul-betul bisa mewarnai pemikiran-pemikiran dari sisi keilmuan dalam rangka penanggulangan terorisme,” ujar Kepala BNPT.

Suhardi menjelaskan, di rapat tersebut pihaknya memberikan update mengenai penanggulangan terorisme yang sangat aktual yang ada di dalam negerii maupun internasional. Diharapkan para kelompok ahli tersebut dapat memberikan masukan kepada BNPT, karena dirinya meyakini bahwa yang tahu akar masalah terorisme di masing-masing negara yang berbeda itu tentunya negara itu sendiri.

“Artinya para ilmuwan yang ada di kita ini akan mengerti betul akar masalah penyebab terjadinya terorisme di Indonesia. Harapan kami apa yang sudah didengar oleh para kelompok ahli tersebut mengenai perkembangan terbaru kasus terorisme yang ada maka para kelompok ahli tersebut akan menulis atau memberikan saran kepada BNPT mengenai bagaimana treatment yang pas dalammenanggulangi masalah terorisme di Indonesia,” ujar mantan Kabareskrim dan Sekretaris Utama Lemhanas ini.

BACA JUGA:   Pelanggaran Hukum yang Dilakukan oleh PT KCN

Alumni Akpol 1985 ini menjelaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi untuk bertemu dengan para kelompok ahli tersebut minimal setiap dua bulan sekali untuk mengupdate masalah setiap dinamika perkembangan dari situasi terorisme di Indonesia melalui forum kajian ilmiah sesuai dengan keilmuan para kelompok ahli tersebut.

Kepala BNPT menjelaskan, dalam rapat tersebut para kepada kelompok ahli memberikan berbagai masukan. “Beliau-beliau ini memberikan contohnya bagaimana mengemas deradikalisi dan kontra radikalisasi di perguruan tinggi. Itu artinya ada kerja sama dengan perguruan tinggi yang nanti menjadi porsinya Kemenristek Dikti yang siap untuk menjembatani hal tersebut. Selain itu memberikan laporan kepada menteri dan nanti ada instruksi menteri kepada seluruh perguruan tinggi, sehingga akan menerima bagaimana pola-pola yang akan diterapkan oleh BNPT,” ujar mantan Kapolres Metro Jakarta Barat dan Depok ini.

sumber: beritasatu.com

News Feed