by

Umat Islam Ditantang Pengaruhi Kebijakan Ekonomi Negara

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

SOREANG, (PR).- Sejumlah ormas Islam harus terjun dalam memberdayakan dan membangkitkan perekonomian umat. Hal itu dilakukan karena penguasaan ekonomi Indonesia berdampak langsung kepada kebijakan politik yang diambil penguasa.

“Ekonomi Indonesia dikuasai hanya dua persen pengusaha sedangkan sebagian besar umat Islam tak bisa menentukan perekonomian,” kata Presiden Lajnah Tanfiziyah Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva dalam musyawarah cabang SI Kabupaten Bandung di Gedung Ormas Islam, Minggu 9 Oktober 2016.

BACA JUGA:   Undangan Tasyakkur Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

Hamdan mengatakan, perekonomian di negara besar seperti Amerika Serikat juga ditentukan oleh kaum Yahudi yang jumlahnya hanya 2,5 persen. “Akhirnya, kebijakan politik juga ditentukan kaum minoritas yakni pengusaha. Saya lama berkecimpung di politik dan memahami betul betapa kuat lobi pengusaha untuk menggolkan aturan yang sesuai dengan keinginannya,” tuturnya.

Dia menambahkan, sudah banyak ormas Islam yang bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun fikih.

BACA JUGA:   Silaturahmi dan koordinasi DPC SI Kab Bogor dan DPC SI Kab Bekasi di kantor Badan Pengembangan Ekonomi SI

“Namun masih sedikit ormas Islam yang berkonsentrasi dalam pemberdayaan ekonomi. SI ingin fokus untuk pemberdayaan ekonomi,” ucapnya.

Musyawarah cabang SI Kabupaten Bandung dihadiri Bupati Bandung Dadang M Naser, dan Ketua PW SI Jabar Oman Fathurrahman serta ratusan simpatisan SI. Acara diisi dengan pemilihan ketua SI Kabupaten Bandung hasil islah periode 2016-2021.***

 

News Feed