by

Sandiaga Uno Energi Asa Baru Jakarta

Print Friendly, PDF & Email

DAHLAN Iskan, bos Jawa Pos Group yang mantan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), itu beberapa hari lalu menulis tentang Sandiaga Uno. Dia bercerita, ketika Jawa Pos sedang dilanda masalah keuangan, datang kepadanya seorang anak muda ceking. Lantas ngobrol dengannya di lobby Graha Pena Surabaya, tak lebih dari lima belas menit. Anak muda itu bernama Sandiaga Salahuddin Uno.

Belakangan, anak muda itu yang membantu dia menyelamatkan Jawa Pos dari krisis keuangan. Sekarang, Sandiaga Uno yang biasa dipanggil Sandi, itu kembali populer, karena dicalonkan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai Calon Wakil Gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta, mendampingi Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebelumnya, Partai Gerindra mencalonkan Sandi sebagai calon Gubernur. Sandi mengajukan nama Sylviana Murni – Deputy Gubernur Bidang Pariwisata dan Budaya untuk mendampinginya sebagai Wakil Gubernur. Nama itu juga yang disebut-sebut ketika terbentuk Koalisi Kekeluargaan yang melibatkan PDIP, Partai Gerindra, PKS, Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN. Lantas, PKB mengajukan nama Saifullah – Sekretaris Daerah DKI Jakarta yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama – Jakarta.

Ketika proses memilih wakil untuk Sandi sedang berlangsung, PKS seperti biasanya, senang main ditikungan. Tanpa ngomong dengan anggota koalisi lain, PKS ambil jurus siasat fait a comply, mendeklarasikan pasangan Sandiaga Uno dengan Mardani Ali Sera, kadernya sendiri yang tak populer.

Situasi berubah. Koalisi kekeluargaan bubar. PPP (yang sudah bulat mencalonkan Sylviana Murni) dan PKB (yang sudah matang menyiapkan Saifullah) kecewa pada PKS. Mereka ambil langkah lain, membentuk poros baru.

Sylvi yang semula digadang-gadang menjadi bakal calon Sandi, dinafikan begitu saja. Beberapa kalangan mengambil inisiatif, memasangkan Sylvi dengan Anis Baswedan, namun belum jelas partai apa yang bakal mendukung.

Sekelompok orang di Jakarta Utara mendeklarasikan Yusril Ihza Mahendra dengan Saifullah. Kendati demikian, kubu Yusril masih mendekati Sylvi untuk menarik dukungan PPP. PAN melalui Eko Patrio – Pelaksana Tugas Ketua PAN DKI Jakarta menyebut nama Rizal Ramli.

Berbagai lobi dilakukan. Suatu hari di lobby salahsatu hotel di bilangan Kuningan, terlihat mantan Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud. Dia berpapasan dengan Sylvi dan sempat say hello sesaat. Muncul dugaan, rencana memasangkan Anies dengan Sylvi bakal terjadi. Ternyata tidak. Karena yang mengemuka isu lain, memasangkan Anies dengan Saifullah.

Begitu Megawati mengumumkan nama Basuki Tjahaja Purnama berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, seketika itu juga PPP, PKB, dan PAN bergerak. Mengintensifkan komunikasi dengan Partai Demokrat di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas.

Sylvi dikontak jelang tengah malam dan diminta datang ke Cikeas lewat tengah malam, sekitar pukul 02:20. Mantan atasan Saifullah ini, santai saja menunggu di mobilnya bersama sopir, sebelum masuk ke Puri Cikeas. Pukul 03:20 para petinggi PPP, PKB, PAN, dan P. Demokrat mengumumkan pasangan calon resmi mereka: Agus Harimuti Yudhoyono dengan Sylviana Murni. Keesokan harinya, Prabowo Subianto mengumumkan pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga S. Uno.

Sejumlah kalangan, yang selama ini menggadang-gadang Yusril, pun memberikan dukungan kepada pasangan ini. Termasuk para ulama Jakarta yang selama ini membentuk gerakan Gubernur Muslim. Termasuk Boy Sadikin, mantan Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, yang menolak pencalonan Ahok – Djarot oleh Megawati.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK : Anies dan HRS Tak Bisa Dipidana Pakai UU Karantina

Sandiaga mengikhlaskan dirinya sebagai calon Wakil Gubernur. Hal itu sesuai dengan prinsip Sandi sendiri: Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas. Di hari Jum’at (23/9/16) beberapa saat sebelum namanya diumumkan, Anies dan Sandi sudah jalan bareng untuk salat Jum’at di Masjid At-Taqwa, Jalan Sriwijaya Raya – Kebayoran Baru – Jakarta Selatan.

Kepada wartawan, Sandi mengatakan, di masjid dia sempat berdo’a: Robbi yasir wa laa tu’asir, robbi tammim lanaa bilkhair. (Ya Allah yang Maha Memudahkan, mudahkanlah, ya Allah yang Maha Menuntaskan, tuntaskanlah dengan yang baik). Selepas salat Jum’at, Anies dan Sandi berjalan ke kantor lembaga kemasyarakatan Indonesia Mengajar, yang didirikan Anies.

Sandi adalah pengusaha sukses. Dia menjadi pengusaha, karena mengalami PHK di kanto tempatnya bekerja. Sandi datang dari keluarga muslim yang taat. Ibunya, Mien Uno adalah pemimpin sekolah kepribadian. Mien Uno adalah adik dari Prof. Dr. Arief Rahman – seorang pendidik, yang pernah populer sebagai pengajar bahas Inggris di TVRI, dan termasuk dosen yang berani menentang rezim represif Orde Baru.

Ayahnya, Razif Haliq (Henk) Uno yang berasal dari Gorontalo, seorang yang kalem dan memberikan Sandi pendidikan nilai-nilai hidup. Bersama isterinya, Razif mempersiapkan anak-anaknya menjadi orang sukses.

Mien Uno lebih intens mendidik anak-anaknya dengan disiplin yang ketat. Mulai dari bangun tidur, sekolah, sampai kembali lagi ke rumah.

Sandi kuliah di Wichita State University, Amerika Serikat. Di kampusnya itu, Sandiaga sangat merasakan manfaat pendidikan disiplin yang diterapkan ibunya. Selepas kuliah, dia pulang ke Jakarta dan bekerja di Bank Summa (1990) milik putera adik kakak Edwin dan Edward Soeryadjaja, putera pendiri Astra William Soerjadjaja, pengusaha asal Majalengka – Jawa Barat.

Tahun 1991, Sandi beroleh beasiswa dan melanjutkan studi ke Washington University, Amerika Serikat, dan lulus dengan predikat cumlaude.

Selesai studi, Sandi bekerja di Seapower Asia Investment Limited di Singapura (1993). Kemudian dia pulang ke Indonesia dan bekerja di MP Holding Limited. Tahun 1995 dia berkarir di NTI Resources Ltd – Kanada, sampai dia menjabat sebagai Executive Vice President termuda, dengan pendapatan USD 8000 dengan segala fasilitas dan tunjangan.

1997-1998 perusahaan tempat Sandy bekerja terguncang krisis. Perusahaan itu akhirnya mengambil jalan pemutusan hubungan kerja dengan sejumlah eksekutifnya. Termasuk dengan Sandi.  Sandi sempat terpukul, karena saat itu dia baru saja berkeluarga dan mempunyai anak satu, padahal selama ini dia banyak menggunakan uang tabungannya untuk membeli saham berbagai perusahaan yang juga mengalami guncangan.

Sandi kembali ke Indonesia. Bersama teman SMA-nya, anak Betawi, Rosan Perkasa Roeslani — yang kini memimpin KADIN – dia mendirikan PT. Recapital Advisor, dengan menjual jasa konsultasi bisnis. Mulanya sandi berfikir untuk menggratiskan bisnisnya, sampai akhirnya dia berhasil meyakinkan Dahlan Iskan pemimpin Jawa Pos yang menjadi klien pertamanya, dengan bayaran Rp 10 juta.

Sandi mengabadikan pembayaran itu dengan melaminating invoice pembayaran pertama sebagai konsultan bisnis. Sandi mewujudkan cita-citanya sejak kecil sebagai profesional dan pebisnis.

Pilihan mendirikan perusahaan konsultan bisnis agaknya merupakan pilihan pandangan jeli Sandi yang melihat banyak perusahaan kala itu, terhuyung oleh krisis ekonomi dan moneter. Tapi, dalam situasi masa itu dan menyaksikan sosoknya, siapa yang mau percaya dengan lelaki yang gemar basket dan berlari ini.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK: Anies Baswedan & Habib Rizieq Tak Bisa Dipidana Pakai UU Karantina!

Dan Sandi bersama perusahaannya, akhirnya terus berlari. Satu demi satu perusahaan yang memerlukan restrukturisasi bisnis menjadi klien perusahaan yang didirikan Sandi. Tak semua perusahaan membayarnya dengan uang. Ada yang membayarnya dengan saham, bahkan mobil bekas, dan stationery bekas. Sandi menerima semua itu dengan ikhlas.

Mobil bekas dia jual kembali, stationery bekas dia pakai, dan saham yang kala itu tak begitu berharga, dia simpan. Ketika keadaan berubah, ternyata semua saham sebagai pembayaran atas jasa bisnisnya, menjadi begitu berharga.

Inilah yang kemudian menginspirasinya mendirikan Saratoga Investama. Sejak mendirikan perusahaan ini, bisnis Sandi terus berkembang, dan dia mendapatkan kembali apa yang pernah lepas dari tangannya.

Kini, tak kurang dari 10 perusahaan berada dalam kendali dan kepemilikan Sandi (berupa saham). Antara lain Adaro Indonesia Tbk yang dibangunnya bersama Garibaldi (Boy) Thohir, Indonesia Bulk Terminal, Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, Interra Resources Limited, iForte Solusi Infotek Tbk, Gilang Agung Persada, Lintas Marga Sedaya, Tower Bersama Infrastructure Tbk dan beberapa perusahaan lainnya.

Nama Sandi kian berkibar. Majalah Forbes sempat memasukkan namanya sebagai orang terkaya di Indonesia no. 47. Sandi pun berbagi ilmu dan pengalaman. Dia melakukan pelatihan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan berbagai training.

Di dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia – Sandi mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif.

Sandiaga ingin memajukan usaha kecil menengah dan mengembangkan entreprenurship di Indonesia. Lelaki cerdas ini juga aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Ekonomi Syarikat Islam, salah satu sayap organisasi Islam tertua Syarikat Islam yang kini dipimpin Hamdan Zoelva (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi).

Pengusaha kelahiran 28 Juni 1969, itu lalu terjun ke dunia politik. Dia melepas jabatannya sebagai Presiden Direktur Saratoga Investama Sedaya Tbk dan Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Dia memilih Partai Gerindra yang didirikan oleh Prabowo Subianto, Fadli Zon, dan kawan-kawan.

Sandi didapuk sebagai anggota Dewan Pembina di partai berlambang burung garuda itu. Ketika melantik pengurus harian DPP Partai Gerindra, Rabu (8/4/2015), Prabowo menyebut masuknya Sandi ke dalam kjajaran Dewan Pembina Partai Gerindra, merupakan tambahan energi.

Di mata Prabowo, Sandi adalah generasi penerus ibarat isi sebuah roket. Masuknya Sandi, akan membuat Gerindra tambah melesat.

Begitu masuk ke Partai Gerindra, Sandi benar-benar berlari. Dia berkeliling Indonesia. Sandi ingin melihat lebih konkret dan nyata keragaman masyarakat dan budaya Indonesia. Jujur dia mengatakan, dirinya masih awam dalam politik. Karenanya, dia mempelajarinya sejak dari nol.

Dan kini, Sandi didapuk Partai Gerindra sebagai calon Wakil Gubernur Jakarta pada Pilkada 2017, mendampingi Anies Baswedan, intelektual cerdas yang melihat Pilkada DKI Jakarta sebagai festival demokrasi. Bukan merupakan ajang permusuhan.

Kita tunggu Sandi menjadi energi baru untuk membuat Jakarta, asa baru terbayang dalam benak. Asa tentang Jakarta yang sungguh lebih baik.. | JM Fadhillah

Editor : sem haesy | Sumber : konten dan foto dari berbagai sumber
sumber: akarpadinews.com

News Feed