by

Hamdan Zoelva: Kebangkitan Ekonomi Umat Islam Sama Dengan Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

RMOL.Indonesia sebagai negara dengan jumlah warganya yang paling besar di dunia menganut agama Islam. Ternyata, dalam ekonomi tidak mampu bersaing dengan kaum minoritas. Padahal, kalau mampu menguasai ekonomi, secara tidak langsung akan membangkitkan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Ketua Syarikat Islam, Hamdan Zoelva meyakini, kalau ekonomi umat Islam bagus. Maka, dengan sendirinya, ekonomi Indonesia akan menjadi bagus. Melalui organisasi Syarikat Islam yang dirintisnya tersebut, pihaknya berupaya membangkit ekonomi umat Islam Indonesia.

“Gol-nya yang paling besar arah kebangkitan ekonomi umat islam (Indonesia). Jadi, membangkitkan kedaulatan ekonomi umat Islam, sama dengan membangkitkan kedaulatan ekonomi Indonesia,” tegasnya saat ditemui usai silaturahmi tokoh dan kaum Syarikat Islam se-Sumsel 2016 dengan tema “Menguatkan Sentra Ekonomi Keumatan/Kerakyatan Dalam Menyongsong Kebangkitan Syarikat Islam”, Stisipol Palembang, Kamis (2/6).

BACA JUGA:   Jelang Muktamar, Pengurus PPP Kunjungi Kantor Syarikat Islam untuk Minta Masukan

Pertemuan para tokoh Syarikat Islam di Provinsi Sumatera Selatan yang juga dihadiri oleh Ketua Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya, Susno Duadji diharapnya jadi media bersama-sama membangun, dan menghidupkan kembali Syarikat Islam di Tanah Sriwijaya, dalam rangka kebangkitan ekonomi.

Menurutnya, pihaknya saat ini berusaha memperkuat pasar berdasarkan syariah Islam. Diantaranya, Pasar Tradisional Syariah di Garut dan di Cianjur. Di kedua lokasi tersebut, pihaknya telah mendapatkan restu dari kepala daerahnya. Memberikan kesempatan mengelola pasar yang berdasarkan syariah Islam, halal, dan juga bersih. Barang-barang yang dijual pun, yang baik. Untuk membangun jiwa wirausaha generasi muda, membantu pertanian meningkatkan produksinya, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

BACA JUGA:   Kader Syarikat Islam Banjarnegara Diharapkan Jadi Kader Militan

“Selama inikan, yang menguasai (pasar) pemodal. Sebab itu, kami harus membangun gerakan bersama. Secara tidak sadar sekarang ini, produk-produk kita beli atau buka toko-toko yang nasional. Padahal itu terbesar mereka (kaum minoritas) yang mematikan kita. Nah, (kesadaran ekonomi syariah Islam) itu harus dibangun. Karena dengan itulah kita melawan bersama, gerakan rakyat melawan bersama dominasi kelompok kecil yang menguasai perekonomian indonesia,” ungkap Mantan ketua MK Indonesia periode 2013-2015.[sri]

sumber: rmolsumsel.com

News Feed