by

Ketua MPR Sebut Prof Jimly sebagai Begawan Konstitusi

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – Presiden ketiga BJ Habibie bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua MK Arief Hidayat menghadiri syukuran dan peluncuran buku Prof Dr Jimly Asshiddiqie di Aula Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu 16 April 2016. Acara ini beretpatan dengan ulang tahun ke-60 Prof Jimly Asshiddiqie yang lahir pada 18 April 1956.

Hadir juga sejumlah tokoh nasional di antaranya Ketua KPU Husni Kamll Manik, Ketua Bawaslu Muhammad, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Menristek M. Natsir, Prof Yusril Ihza Mahendra, mantan Ketua MK Hamdan Zoelva, Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua BPK Harry Azhar Azis.

Dalam testimoninya Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan dedikasi Prof Jimly terhadap bangsa dan negara patut diapresiasi dan juga banyak memberi inspirasi.

“Begawan konstitusi yang kita kenal memiliki keahlian, kepiawaian, dan pemikiran-pemikiran progresif di tengah perkembangan hukum dan ketatanegaraan kita hari ini,” sebut Zulkifli Hasan.

BACA JUGA:   Sugianto Sabran Pernah Didiskualifikasi di Pilkada Kotawaringin Barat

Dia juga mengucapkan terima kasih atas jasa Prof Jimly ketika amandemen UUD 1945 tahun 1999 – 2002. “Saya sebagai ketua MPR dan lembaga MPR mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama Prof Jimly pada waktu itu,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, pascareformasi konstitusi sekarang ini, siapa pun, dari mana pun, apa pun sukunya, apa pun agamanya, apa pun latar belakangnya, berhak memiliki cita-cita untuk menjadi apa pun di negeri ini. “Semua itu atas peran Prof Jimly (saat amandemen konstitusi),” katanya.

Selain itu, lanjut Zulkifli, pada awal-awal Mahmakah Konstutsi (MK) hanya bermodal selembar surat SK. “MK belum punya kantor, tapi dengan Prof Jimly menjadi Ketua MK, MK menjadi lembaga, yang teman-teman saya bilang, adalah lembaga yang paling berkuasa,” tuturnya.

Zulkifli memberi contoh MK beranggota 9 orang, tapi dengan lima hakim konstitusi bisa menganulir putusan DPR yang beranggota 560 orang. “Dan yang hebat lagi, putusan MK sifatnya final dan mengikat. Pokoknya keputusan MK harus dilaksanakan. Itulah MK,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Pameran Tunggal Seni Kaligrafi Islam Kontemporer Virtual Pertama di Indonesia Digelar Hari Ini

Zulkifli juga mengatakan dewan Kehormatan KPU pada waktu dulu biasa-biasa saja. “Tapi begitu Prof Jimly jadi ketua DKPP, semua orang (KPU daerah) takut,” ujarnya.

Dalam organisasi ICMI, tambah Zulkifli Hasan, tidak ada yang mau menjadi ketua umum, tidak seperti jabatan ketua yang selalu menjadi rebutan. “Tetapi karena ada Prof Jimly, semua tidak ada yang mau jadi Ketua Umum ICMI. Prof Jimly juiga tidak mau jadi ketua. Akhirnya kami paksa Prof Jimly jadi ketua ICMI,” papar Zulkifli.

Selain Ketua MPR, beberapa tokoh lain juga memberi testimoni, seperti BJ Habibie, Ketua MK Arief Hidayat. Sebelumnya, dilakukan penayangan profil, pemotongan tumpeng, dan penyerahan buku dari Prof Jimly kepada sejumlah sahabat. Sampai saat ini Prof Jimly sudah menulis tidak kurang dari 73 buku.

sumber: beritasatu.com


Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

News Feed