Kisah Agus Salim, pejuang kemerdekaan yang juga menekuni jurnalistik

by admin
4 views

Merdeka.com – Sosok pahlawan nasional yang satu ini memang selalu menginspirasi lewat prestasinya saat berjuang demi kemerdekaan. Tak hanya aktif berorganisasi dan karir gemilang di pemerintahan, pria kelahiran Sumatera Barat ini juga menekuni karir di bidang jurnalistik.

Beliau adalah Agus Salim, pejuang kemerdekaan Indonesia yang dikenal luas lewat sebuah organisasi bernama Sarekat Islam. Laki-laki yang lahir pada 8 Oktober tahun 1884 ini juga pernah menempuh pendidikan di sekolah khusus anak-anak Eropa di Europeesche Lagere School (ELS) yang kemudian berlanjut di Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Beliau juga berperan sebagai salah satu anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945. Karena kepiawaian beliau dalam hubungan internasional, beliau dipercaya sebagai menteri muda luar negeri kabinet Sjahrir II dan III, serta menjabat sebagai menteri luar negeri pada kabinet Amir Sjarifuddin dan Hatta.

BACA JUGA:   Assalamu'alaikum War, Wab, *Program Salam Radio* Rabu, 6 Oktober 2021 Pukul 20.00 - 21.00 WIB Program Salam Lentera Kebajikan *Tilik Bang Sem* Bersama *Sem Haesy* Narasumber : *Dr. Suhendi Afryanto, S. Kar., MM* Akademisi & Budayawan, Salah Seorang Inisiator Kongres Musik Tradisi Nusantara 2021 *"TRANSFORMASI PENDIDIKAN SENI BUDAYA"* *LIVE Youtube* https://youtu.be/x7HmLh9-Zss Untuk dapat mendengar Radio Streaming *Salam Radio* dapat mengklik tautan dibawah ini : *Klik link d bawah ini* http://bit.ly/SalamRadio Dapat diputar melalui pranala di beberapa website sbb : https://salamradio.com https://covid19.atmago.com https://solusi.info Layanan Interaktif melalui Whatsapp : *0821-8088-4650*

Pada tahun 1952, Haji Agus Salim menjabat sebagai Ketua di Dewan Kehormatan PWI. Hal tersebut menjadi penutup karirnya di dunia kancah politik. Beliau beralih menghabiskan masa tuanya sebagai penulis buku. Buku karyanya yang telah terbit berjudul Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid Harus Dipahamkan. Judul buku tersebut kemudian diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal.

Buku yang telah beliau tulis juga merupakan buah karya dari pengalamannya sebagai jurnalis pada masa mudanya. Agus Salim muda merintis karir sebagai Redaktur II di Harian Neratja yang kemudian diangkat menjadi Ketua Redaktur. Tidak berhenti disana, beliau juga menjadi pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta, dan kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. Di tengah-tengah karir beliau di dunia jurnalistik, beliau menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak.

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Kamis, 21 Oktober 2021 Pukul 20.00 - 21.00 WIB Program Salam Lentera Kebajikan

Namun sayang, karir beliau harus terhenti pada tanggal 4 November 1954. Beliau meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Jasad beliau dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Segala perjuangan yang dilakukan beliau baik di dunia politik maupun media masa telah mengharumkan nama bangsa Indonesia. [iwe]

sumber: merdeka.com

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini