by

Pesan Kesetaraan dari Cicit HOS Tjokroaminoto

Print Friendly, PDF & Email

Editor: Sandro Gatra

Salah seorang cicit pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto, Aulia Tahkim, menyampaikan pesan tentang pentingnya memelihara sudut pandang kesetaraan dalam kehidupan berbangsa, Sabtu (28/2/2016). Hal itu dikatakan Aulia di sela-sela peringatan ulang tahun ke-1 Rumah Baca HOS Tjokroaminoto di kompleks Sekolah Alam Anak Sholeh untuk Kaum Dhuafa, Desa Setia Asih, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ia menandaskan, sudut pandang kesetaraan akan membuat rasa persamaan yang memantik persaudaraan. “Kita anggap semua orang sama,” kata Aulia. Pola pikir dalam melihat segala sesuatu yang dilakukan manusia dengan sudut pandang kesetaraan tersebut menjadi penting di tengah realitas kehidupan berbangsa dalam beberapa tahun terakhir. Konflik dan potensi konflik horisontal terjadi di sejumlah tempat cenderung disebabkan cara pandang yang melihat diri sendiri atau kelompok sendiri lebih superior dibandingkan orang lain atau kelompok lain. Aulia mengemukakan, pola pikir kesetaraan tersebut juga akan membentuk jiwa merdeka dalam diri sendiri. “Kita merdeka untuk mengutarakan pikiran dan isi hati,” katanya sembari menambahkan hal itu sekaligus merupakan praktik demokrasi dan sosialisme. Aulia, menambahkan, pesan tentang kesetaraan dan egalitarianisme itulah yang kerap diberikan oleh kakeknya, Anwar Tjokroaminoto yang juga salah seorang putra HOS Tjokroaminoto. Adapun ayah Aulia, adalah Ahmad Dainuri Tjokroaminoto, yang merupakan putra Anwar Tjokroaminto. HOS Tjokroaminto, mendirikan Sarekat Islam (SI) pada 1912. Soekarno yang beraliran nasionalis, Musso (sosialis dan komunis), SM Kartosoewirjo (agamis) tercatat pernah menjadi murid-murid HOS Tjokroaminoto. Perayaan semarak Adapun perayaan ulang tahun ke-1 Rumah baca HOS Tjokroaminoto berlangsung semarak. Pembacaan dongeng bagi kaum bocah dan lomba memasak bagi kaum ibu menjadi sejumlah mata acara yang dilakukan. Sejumlah anak-anak yang berasal dari latar belakang keluarga tidak mampu menghadiri acara tersebut dengan semringah. Sisa-sisa genangan bajir masih tampak menjejak di pelataran. “Dalam dua bulan terakhir kita melakukan labelling buku bersama para relawan dan pustakawan cilik,” kata Direktur Rumah Baca HOS Tjokroaminoto, Prita HW, ihwal sebagian kegiatan untuk memaksimalkan kegunaan buku-buku koleksi yang dimiliki. Adapun tema perayaan ulang tahun ke-1 Rumah Baca HOS Tjokroaminoto yang diusung adalah “Dari Rumah Baca Menuju Aksi Warga”. Ini seperti turunan tema yang menyitir salah satu ungkapan terkenal HOS Tjokroaminoto, yakni “setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat.”  (Ingki Rinaldi)

BACA JUGA:   Di Bandung, Kongres Sarekat Islam Merah Digelar

sumber: nasional.kompas.com

News Feed