by

JK: Tolak Syarikat Islam Jadi Parpol, Agar Kembali ke Khittah 1912

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – Wapres Jusuf Kalla menghadiri acara pelantikan pengurus DPP Syarikat Islam. Dalam kesempatan itu dia menyampaikan sambutan yang berharap Syarikat Islam kembali ke semangat awal didirikannya organisasi tersebut.

“Di sini saya mengajak Ketua Bawaslu Muhammad, bukan berarti agar Syarikat Islam jadi parpol lagi. Justru untuk mengawasi agar SI tak jadi parpol. Dia mengurus 12 parpol saja kesulitan, apalagi mau ditambah lagi. Pokoknya tolak SI jadi parpol agar kembali ke khittah SI,” ujar JK di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/2/2016).

BACA JUGA:   17 September 2020 Program Salam Lentera Kebajikan Jelang Majelis Tahkim 41 Syarikat Islam Bersama Ir. H. Achmad Farial

Maksud JK bukan berarti menghalangi kader SI memiliki wadah berpolitik, tetapi justru agar organisasi tersebut kembali ke semangat awalnya. Syarikat Islam sebelumnya bernama Syarikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan H Samanhudi pada 1905.

Pada perkembangannya, SDI lalu berkembang menjadi Syarikat Islam pada 1912 dan dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto. JK lalu menyatakan, umat muslim di Indonesia harus meneladani semangat dari HOS Tjokroaminoto dalam membesarkan SI di tengah pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

“Saya membaca semangat SI tujuannya yang pertama tadi juga disampaikan ialah mengembangkan jiwa dagang karena pada waktu itu perdagangan dikuasai pengusaha besar Belanda dan Tionghoa. Kalau kita kembalikan dewasa ini, relevan lagi semangat itu dikembangkan,” kata JK.

BACA JUGA:   115 Tahun Pergerakan SYARIKAT ISALAM menuju Masyarakat 5.0

Tetapi seiring perjalanan organisasi itu, SI lalu berubah menjadi parpol dengan nama PSII. JK lalu menyebut perubahan ini justru memperkecil semangat perjuangan SI.

“SI kemudian jadi PSII, bukan PSSI lho. Ini mengecilkan perjuangan SI menjadi hanya politik, walau pun politik itu juga penting,” ujar dia.
(bpn/tor)

sumber: detik.com

News Feed