by

JK minta Syarikat Islam tak jadi parpol tapi konsen ke dagang

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

PERISTIWA | 27 Februari 2016 12:24Reporter : Supriatin

Merdeka.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta organisasi Syarikat Islam (SI) yang saat ini dipimpin Hamdan Zoelva tidak terlibat dalam persaingan politik di negeri ini. Dia berharap, SI lebih memfokuskan diri kembali ke khittah sebagai organisasi serikat dagang Islam.

“Jangan jadi parpol lah, fokus kembali ke khittah sebagai organisasi dagang,” kata JK di Gedung dalam sambutannya di acara pelantikan DPP SI di Balai Sudirman, Jakarta, Sabtu (27/2).

Sebagaimana tujuan awal SI dibangun, yaitu mengembangkan semangat dagang umat Islam. Dengan demikian, JK menilai tujuan itu sangat relevan jika dilanjutkan di era globalisasi sekarang.

BACA JUGA:   Ulama Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

“Relevan kalau dikembangkan sekarang, biar ekonomi kita dikuasai anak bangsa sendiri,” lanjut JK.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, pasca berdirinya SI tidak dinafikkan perdagangan di Indonesia dikuasai pedagang asal Belanda dan Tionghoa. Hingga saat ini pun, Indonesia masih di bawah kendali pedagang luar.

Dengan kembali aktifnya SI, tambah JK, umat Islam akan mendapatkan ruang dalam berkiprah dalam perdagangan. Tidak hanya itu, setidaknya SI bisa membantu mempermudah akses perdagangan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:   Silaturahmi dan koordinasi DPC SI Kab Bogor dan DPC SI Kab Bekasi di kantor Badan Pengembangan Ekonomi SI

“Bisa juga membantu yang sulit karena itu jiwa sosial,” kata JK.

Sebelumnya, Syarikat Islam (SI) menggelar Majelis Tahkim (Kongres Nasional) yang ke-40 di Hotel Grand Aquila, Kota Bandung, Selasa (24/11). Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut yaitu memilih pimpinan SI untuk lima tahun ke depan. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva merupakan formatur tunggal terpilih menjadi ketua umum SI.

Pada hari ini, SI mengagendakan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syarikat Islam dan PP Wanita Syarikat Islam masa jihad 2015-2020. (mdk/dan)

sumber: merdeka.com

News Feed