by

Situasi 2016, Djan Teringat Sajak Tjokroaminoto

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Konflik PPP yang belum berakhir mewarnai konstalasi perpolitikan nasional. Manuver politik saling klaim terus bergulir meskipun SK Kepengurusan PPP Muktamar Surabaya sudah dicabut Menkumham Yasonna Laoly.

Putusan Mahkamah Agung yang memenangkan PPP Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz, belum juga diterbitkan SK kepengurusannya. Menkumham belum mengesahkan kepengurusan versi Djan Faridz.

BACA JUGA:   Pelantikan anak-anak cabang sekaligus penyerahan kartu anggota KTA SI kepada bupati bandung

“Situasi sekarang ini tidak jauh seperti yang sudah digambarkan Tjokroaminoto dalam sajaknya bahwa orang dapat menyuruhnya kerja, dan memakan dagingnya. Tapi kalau mereka tahu hak-haknya, orang pun akan menamakannya pongah, karena tidak mau ditindas,” terang Ketua Umum Djan di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, pada 1914, pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto menulis sajak di ‘Doenia Bergerak’ menggambarkan bagaimana keadaan bangsa Indonesia pada waktu itu. Djan terus memberi semangat kepada kader PPP untuk menegakkan kebenaran sesuai konstitusi agar partai yang menjadi wadah umat Islam tersebut bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara.

BACA JUGA:   Sedang berlangsung Musyawarah Kerja PC SI Kab. Bandung tahun 2020 di GEDONG SI - Bandung

“Apa yang terjadi di 2016 ini, sama apa yang digambarkan Tjokroaminoto dengan situasi yang terjadi pada tahun 1914,” tuturnya.

sumber: nasional.republika.co.id

News Feed