by

Pakar Hukum: Aspirasi Masyarakat, Jaksa Agung HM Prasetyo Diganti

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA – Pakar hukum dan pengajar Universitas Indonesia (UI) Akhiar Salmi mengatakan, pandangan dan aspirasi masyarakat yang menghendaki, Jaksa Agung HM Prasetyo diganti, Presiden Jokowi pu perlu memperhatikan.

Menurut Akhiar, memang perombakan atau reshuffle hak prerogatif Presiden. Namun, perlu diingat, masyarakat menginginkan lembaga Kejaksaan Agung (Kejagung) dipimpin oleh orang yang kredibel dan profesional.

“Aspirasi masyarakat itu bisa menjadi alat ukur, selain penilaian yang dilakukan oleh tim presiden terhadap seluruh kinerja menteri. Jadi, meski subjektif, namun jika mayoritas masyarakat berpendapat perlunya Jaksa Agung diganti, itu mencerminkan pandangan umum,” kata Akhiar di Jakarta, Jumat (8/1).

Akhiar mengungkapkan, secara pribadi, dirinya menginginkan agar Kejagung dan Kemenkumham diisi oleh orang orang profesional yang terbebas dari kepentingan politik parpol.

BACA JUGA:   Kinerja Tahun Pertama DPR Bertabur UU Kontroversial

“Atau figur yang secara rekam jejak sudah menunjukkan kepemimpinannya hanya untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.

Akhiar mengatakan, posisi Jaksa Agung HM Prasetyo yang berasal dari Partai Nasdem selalu dikaitkan dengan pandangan publik  bahwa yang bersangkutan tidak bebas dari kepentingan politik dan akan mempengaruhi tindakan dan keputusannya.

Kinerja Terburuk

Sebagai catatan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi baru-baru ini merilis hasil penilaian akuntabilitas dan kinerja lembaga negara.

Dari 77 lembaga negara/pemerintah, Kejaksaan Agung memiliki kinerja dan akuntabilitas yang terburuk (peringkat 77). Selain itu, sosok Prasetyo juga diduga terkait dengan skandal dana bansos di Sumatera Utara (Sumut) yang perkaranya ditangani oleh KPK.

Sementara itu, terkait figur pengganti Prasetyo, di kalangan awak media beredar sejumlah nama yang dianggap layak. Mereka adalah Hamdan Zoelva (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), Machfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), politisi PKS Al-Muzammil Yusuf, dan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung Widyopramono.

BACA JUGA:   8 September 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

Pengamat hukum Margarito Kamis juga menegaskan bahwa kinerja jaksa agung selain buruk juga punya rapor merah. “Yang menilai merah atau rendah pemerintah sendiri dalam hal ini hasil evaluasi Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi. Jadi kalau Jaksa Agung tak diganti malah menimbulkan pertanyaan,” katanya.

Margarito menyatakan  reshuffle adalah hak prerogatif Presiden, tapi hak itu harus dijalankan Presiden demi kepentingan rakyat dan rakyat serta pemerintah sudah menilai jaksa agung berkinerja buruk. “Jadi, buat apa lagi dipertahankan, malah bisa menjadi hambatan bagi pemerintah ke depan,” jelasnya (win)

sumber: poskotanews.com


Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

News Feed