Home Ketua Umum SI Ini Kata Hamdan Zoelva Soal Putusan Hakim Artidjo Pada Anas

Ini Kata Hamdan Zoelva Soal Putusan Hakim Artidjo Pada Anas

by admin
2 views

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Mantan Ketua Hakim Mahkamah Kontitusi (MK) Hamdan Zoelva mengatakan, seorang hakim tidak boleh memutus perkara dalam kondisi penuh amarah dan jengkel sehingga membuat hakim berlaku tidak adil.

Menurutnya semua putusan hakim boleh didiskusikan secara akademik oleh publik, tidak terkecuali putusan yang dibuat hakim di tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Terkait vonis kasasi hakim yang memperberat hukuman mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Hamdan enggan berkomentar banyak karena belum membaca putusan tersebut secara detail.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva sebut konflik konstitusional soal PPHN munculkan tanda tanya

Namun, lanjut Hamdan, prinsipnya seorang hakim tidak boleh memutus perkara untuk memenuhi hawa nafsu secara emosional apalagi dengan didahului rasa benci dan jengkel.

“Sebuah putusan bisa jadi sangat subjektif, kalau sebuah putusan hanya untuk memenuhi kepuasan hakim secara subjektif. Jadi, keadilan itu enggak bisa diukur dari rasa hakim semata-mata,” kata Hamdan dalam diskusi bertajuk; Artidjo: Mengadili atau Menghukum?, yang digelar Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHI) di Jakarta, Jumat (12/6/2015).

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Jumat, 15 Oktober 2021 Pukul 06.00 - 06.40 WIB *Spesial Program* *116 Tahun Syarikat Islam*

Hamdan mengatakan, dalam memutuskan sebuah perkara, hakim harus tetap bersikap independen. Apalagi jika kedudukannya sebagai hakim agung.

Menurut dia, hakim dalam mengambil putusan bukan semata mengandalkan fakta dan bukti materi, tetapi juga harus mengedepankan sejumlah aspek sehingga putusannya dapat memenuhi rasa keadilan bersama.

“Hakim juga tidak boleh memutus perkara dengan asumsi awal karena jengkel dengan koruptor lalu langsung memutuskan hukuman setinggi-tingginya,” pesan Hamdan. (iy)

sumber: teropongsenayan.com

You may also like

Open chat
Punya Berita Seputar Syarikat Islam? Kirim melalui link ini