by

HOS Tjokroaminoto, Pemantik Sosialisme Ala Islam (3)

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

REPUBLIKA.CO.ID,Tjokroaminoto mengkritik keras sosialisme Karl Marx. Menurutnya, pandangan materialisme historis Marx secara terang-terangan menyangkal adanya Tuhan.  Ia menulis dalam bukunya, “Kita harus khawatir kepada bahaya materialisme, yaitu nafsu yang menghendaki kemajuan kasar, kemajuan kebendaan semata-mata”.

Menurut Nurcholish Madjid dalam buku Islam Kemodernan dan Keindonesiaan, ideologi ini menganut filsafat hidup dan pandangan dunia (kosmologi) yang mengingkari adanya alam non-materi.  Hal ini tentunya bertentangan dengan falsafah pemikiran Tjokroaminoto yang menganut kepercayaan kepada Tuhan.

BACA JUGA:   Pelantikan anak-anak cabang sekaligus penyerahan kartu anggota KTA SI kepada bupati bandung

Dalam Memoria Indonesia Bergerak disebutkan, Tjokroaminoto berpandangan bahwa cita-cita sosialisme telah hidup dalam Islam sejak zaman Nabi Muhammad.  Dengan kata lain, sosialisme telah lama dibicarakan sebelum wacana tersebut berkembang di Barat.

Menurutnya, sosialisme yang sejati adalah sosialisme ala Nabi Muhammad SAW. Sosialisme inilah yang lebih baik dari pada sosialisme Marxis yang materialistis dan ingkar Tuhan.

BACA JUGA:   Wagub Jabar Minta Ulama Terapkan Ketat Protokol Kesehatan

Tjokroaminoto menguraikan bahwa pada masa Nabi Muhammad SAW, Islam tidak pernah melakukan perjuangan kelas dan tidak menggerakkan orang untuk merebut kekuasaan. Yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, ialah memajukan masyarakatnya.

Ia bergaul dengan masyarakat tanpa membeda-bedakan kepandaian, derajat, ataupun kekayaannya. Yang pertama kali Nabi Muhammad lakukan ialah memperbaiki dan mempertinggi akhlak dan budi pekerti setiap orang.

sumber: khazanah.republika.co.id

News Feed