by

Film Guru Bangsa Tjokroaminoto, tidak Disensor?

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Film Guru Bangsa Tjokroaminoto merupakan refleksi sejarah di tahun 1890-1920an. Film ini dianggap sebagai bentuk perjuangan pahlawan nasional Indonesia.

Pada film berdurasi 150 menit ini tidak ada bagian yang dhilangkan oleh Lembaga Sensor Indonesia. Apa pasal?

Menurut sutradara dan produser terkenal film Indonesia, film Guru Bangsa Tjokroaminoto merupakan film sejarah perjuangan raden Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, dalam memperjuangkan bangsa Indonesia menuju bangsa yang bermartabat. Perjuangan ini menjadi cikal bakal munculnya tokoh pemimpin pergerakan dari Soekarno hingga Semaoen.

BACA JUGA:   Syarikat Islam Sumatera Utara mengucapkan Selamat Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

“Film ini menggerakkan para tokoh dari Seokarno hingga Semaoen,” kata Garin, sapaan akrab sutradara film ini, di Jakarta, belum lama ini.

Dia menambahkan bagian-bagian dalam film ini tidak ada yang dihilangkan oleh Lembaga Lulus Sensor Indonesia. Walaupun film ini menayangkan orang-orang Belanda yang menyanyikan lagu kemerdekaan negara kincir angin, hal tersebut tidak menjadi masalah pada film itu.

BACA JUGA:   Peristiwa 10 September: HUT TNI Angkatan Laut

“Tidak ada sensor dalam film. Bahkan lagu kebangsaan Belanda yang kami tayangkan tidak jadi masalah,” ujar Garin.

Sutradara film bergenre drama biopic ini mengatakan film sejarah dipersembahkan untuk orang-orang yang berniat dan memahami Indonesia. Itulah sebabnya revolusi Rusia dan Timur Tengah ditampilkan di film tersebut.

“Revolusi Rusia dan Timur tengah mempunyai peran di sejarah Indonesia,” jelas Garin.

sumber: senggang.republika.co.id

News Feed