by

Mengenal Guru Bangsa Tjokroaminoto yang Bukan Sekedar Pahlawan

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto bersama dengan rumah produksi Pic[k]lock Films dan MHS Films menghadirkan film Guru Bangsa Tjokroaminoto. Film ini mengangkat kisah perjuangan dan kehidupan tokoh pergerakan nasional bangsa Indonesia, Raden Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto di era 1890-1920an.

Film ini mengisahkan perjuangan HOS Tjokroaminoto dengan Hadji Samanhudin dalam mengubah Sarekat Dagang Islam (SDI) menjadi Sarekat Islam (SI). Film menggambarkan kepemimpinan Tjokroaminoto sebagai rakyat kecil, sebelum dia memiliki akses ke dunia politik. Dia tumbuh menjadi guru dari para pemimpin pergerakan seperti Soekarno, Semaoen, Alimin, dan Moesso.

“Film ini sangat penting untuk mensosialisasikan sejarah berdirinya Indonesia yang mulai dilupakan. Buktinya, saat ada pertanyaan siapa Tjokroaminoto, yang kita tahu hanya nama pahlawan, tapi tidak tahu sejarahnya. Ironisnya, kita tahu hanya sekadar nama jalanan,” ujar pemeran utama film Guru Bangsa Tjokroaminoto, Reza Rahadian.

BACA JUGA:   Acara Dzikir dan Doa Kebangsaan Oleh DPW SI Sulsel berlangsung Sukses

Ketua umum yayasan keluarga besar HOS Tjokroaminoto, Al Tjokroaminoto menyampaikan sebagai keturunan Tjokroaminoto, mereka ingin meneruskan warisan tokoh pergerakan nasional ini, yang dititipkan kepada mereka.

“Lewat film inilah gagasan-gagasan eyang kami bisa divisualisasikan untuk generasi-generasi baru,” tambah Al Tjokroaminoto.

Pelindung Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto memaparkan film ini digagas untuk memperkenalkan sosok ‘Guri Bangsa’. Selain itu, film drama-biopic ini diharapkan dapat mengena di hati semua generasi, serta tetap menghibur para pecinta film Indonesia.

Film bergenre drama-biopic ini kabarnya ditayangkan diseluruh bioskop Indonesia pada 9 April 2015. Film garapan sutradara senior, Garin Nugroho ini diperankan oleh aktor dan aktris ternama Indonesia seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, Sujiwo Tejo, Alm. Alex Komang, Didi Petet, Egi Fredly, Ibnu Jamil, Chelsea Islan, Tanta Ginting, Deva Mahendra, Maia Estianty, Christofer Nelwan, Alex Abbad, Ade Firman Hakim, Putri Ayudya, Gunawan Maryanto, Jay Widjajanto, Arjan Onderdenwijngaard, Gerard Moterd, Rudi Corens, Martin Van Bommel, Paul Agusta, dan Joanna Dudley.

BACA JUGA:   Seluruh pimpinan dan anggota Dewan Pusat Syarikat Islam/DPP S.I menyatakan belasungkawa atas wafatnya Bapak H. Raharjo Tjakraningrat

Film ini diproduseri oleh Christine Hakim, Dewi Umaya, Sabrang Mowo Damar Panuluh, Nayaka Untara, Didi Petet, dan Alm. Ari Syarif. Mereka melibatkan para insan perfilman legendaris terbaik Indonesia, seperti Ipung Rachmat Syaiful, Allan Sebastian, Retno Ratih Damayanti, Ong Hari Wahyu, Didin Syamsudin, Elza Hidayat, Paul Fauzan Agusta, Dian Lasvita dan juga Andi Rianto.

sumber: senggang.republika.co.id

News Feed