by

Syarikat Islam Harus Kembali ke Khittah

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

BANDUNG,(PRLM).- Kaum Syarikat Islam jangan terfokus kepada masalah politik maupun perpecahan yang masih terjadi melainkan lebih mengurusi umat. Salah satu persoalan umat Islam adalah kesejahteraan. Hal itu dikatakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat membuka majelis tahkim ke-40 Syarikat Islam di aula Hotel Grand Aquila, Selasa (24/11/2015).

Acara dihadiri Ketua Umum MUI jabar Rahmar Syafei, Ketua PW Persis Jabar Syamsul Falah, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, dan tokoh-tokoh Syarikat Islam di antaranya Syamsuri Siddik dan E. Saefullah.

BACA JUGA:   Pelantikan anak-anak cabang sekaligus penyerahan kartu anggota KTA SI kepada bupati bandung

“Pada 16 Oktober 1905 lahir sebuah persyarikat dagang yakni Syarikat Dagang Indonesia (SDI) sebagai kesadaran nasionalisme. SDI digagas H.Samanhudi yang tahun berikutnya menjadi Syarikat Islam,” kata Ahmad Heryawan.

Dengan melihat awal mula pendirian sebagai organisasi ekonomi sehingga saat ini Syarikat islam juga harus melirik wirausaha. “Kalau kini prinsip Syarikat islam adalah sebersih-bersihnya tauhid, setinggi-tingginya ilmu, dan sepintar-sepintarnya siyasah, maka harus ditambah dengan secerdas-cerdasnya dagang,” ucapnya.

BACA JUGA:   Wagub Jabar Ajak Ulama Jaga Kondusivitas Jabar

Apalagi ajaran Islam menegaskan apabila sudah melaksanakan salat, maka harus cepat menyebar di muka bumi. “Cari rezeki Allah di seantero bumi ini,” jelasnya.(Sarnapi/A-147)***

sumber: pikiran-rakyat.com

News Feed