by

Mahfud : Perahu Politik Boleh Beda Tetapi Tetap Bersatu

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengajak seluruh keluarga besar HMI agar kembali bersatu pasca pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Pertarungan pada Pileg maupun pada Pilpres jangan membuat keluarga HMI tercerai-berai, tetapi kembali bersatu untuk kemajuan bangsa.

“Perahu politik boleh beda, tetapi kita tetap bersatu. Silahturami ini adalah untuk mensinergiskan semua kekuatan HMI,” kata Mahfud saat memberikan sambutan pada acara silahturami KAHMI di Jakarta, Kamis (22/1) malam.

BACA JUGA:   Soal Pasal Kekarantinaan, Mantan Ketua MK Koreksi Pernyataannya

Silahturami dibuka Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, yang datang didampingi Menteri Pendidikan Anis Baswedan.

Hadir pula sejumlah tokoh seperti Ketua Umum MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, mantan Ketua DPR Akbar Tanjung yang juga Ketua Majelis Penasehat KAHMI, Ketua Majelis Pakar KAHMI Laode M Kamaluddin, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan Ketua MK Hamdan Zoelva, Ketua KPU Husni Kamil Manik, dan petinggi negara lainnya.‎

Mahfud mengakui pada Pileg, apalagi pada Pilpres memang terbelah antara mendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) atau mendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Mahfud sendiri misalnya mendukung Prabowo-Hatta.

BACA JUGA:   Soal Instruksi Mendagri, Hamda Zoelva : Tak Bisa jadi Dasar Pemberhentian Kepala Daerah

Namun dia berharap setelah proses itu tidak terus terbelah. Setelah proses itu selesai, semuanya kembali bersatu dengan tujuan yang sama yaitu membangun bangsa ini lebih baik lagi.

“Pada posisi apapun kita berada hendaklah berpijak pada nilai dasar perjuangan. Kita harus berjuang melalui posisi masing-masing karena tujuan kita sama. Kita tidak perlu bermusuhan secara berkelanjutan,” tuturnya.

sumber: beritasatu.com

News Feed