by

Hamdan Bilang Pilih Jaga Kehormatan Daripada Kejar Jabatan

Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Hamdan Zoelva memilih tidak mengikuti seleksi alias fit and proper test menjadi hakim konstitusi. Dia beralasan memilih menjaga kehormatan sebagai Ketua MK daripada dinilai hanya mengejar jabatan.

Alasan Hamdan itu diungapkan melalui akun twitter @hamdanzoelva. “Karena sdg menjabat sbg hakim dan ketua MK yg oleh UUD disebut negarawan, tidak pantas mengikuti fit & proper test,” ujar Hamdan dalam cuitannya beberapa menit lalu, Jumat (26/12/2014).

Menanggapi banyaknya kritik terhadap pilihannya itu, Hamdan kembali berkicau: “Jauh lebih utama menjaga kehormatan daripada mengejar jabatan. Jabatan hakim MK harus dijaga kehormatan dan kewibawaannya.”

BACA JUGA:   Fadli Zon Bilang Ngawur, Hamdan Zoelva: Karantina Itu Berbeda dengan PSBB

Hamdan yang sebelumnya pernah menjadi anggota/hakim MK dan wakil ketua MK mengaku tak pernah merasa hebat. , “….saya tidak pernah merasa paling hebat, paling luas pengetahuannya dan paling layak menjadi hakim konstitusi,” cuitan Hamdan berikutnya.

Menurut Hamdan, apapun putusan presiden untuk mengajukan siapapun, harus dihormati. Sebab, kata Hamdan, kewenangan mengajukan hakim konstitusi memang berada ditangan presiden. Oleh sebab itu semua pihak harus melihat hal ini dalam memberikan penilaian.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK: Anies & HRS tak Bisa Dipidana Pakai UU Karantina!

Pemberitaan mengenai sikap Hamdan yang menolak mengikuti seleksi calon hakim konstitusi memang sempat ramai. Muncul komentar pro dan kontra, termasuk dari Yusril Ihza Mahendra, pakar hukum tata negara yang juga sahabat Hamdan.

Sejak awal Hamdan sebenarnya sudah mengungkapkan ketidaksetujuannya atas pembentukan Tim Pansel Hakim Konstitusi yang dibentuk Presiden Jokowi. Pasalnya dalam tim terdapat Todung Mulya Lubis dan Refly Harun yang merupakan pengacara di MK.(ris)

sumber: teropongsenayan.com

News Feed