by

Tak incar menteri, Hamdan Zoelva sebut hakim jabatan tertinggi

Print Friendly, PDF & Email

Merdeka.com – Saat ini, presiden terpilih periode 2014-2019, Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla, terus mencari sosok terbaik untuk ditempatkan dalam kabinetnya nanti. Sejumlah nama dari berbagai latar belakang profesi mulai bermunculan.Mengingat masa jabatannya sebagai ketua Mahkamah Konstitusi (MK) akan selesai pada pertengahan 2015, minatkah Hamdan Zoelva bergabung dengan kabinet Jokowi-JK?

“Enggaklah, bagi saya menjadi hakim konstitusi itu tertinggi. Jabatan tertinggi,” katanya saat berbincang santai dengan awak KLN Network di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (27/8).

BACA JUGA:   14 September 2021: Undangan Kuliah Umum Dr. H. Hamdan Zoelva, S.H, M.H., "Membangun Budaya Konstitusi untuk Penguatan Demokrasi Indonesia

Dia memastikan tak ingin menikmati jabatan lain sekalipun itu lebih menjanjikan. Sejauh ini dia merasa terhormat bisa menjadi hakim MK.

“Sudahlah, tempat lain yang lebih hebat biarkan saja. Insya Allah nggaklah. Jadi hakim sudah paling terhormat,” tambahnya.

Setelah pensiun menjadi hakim MK, dia belum punya gambaran akan melakukan apa. Paling mungkin, katanya, menjadi konsultan hukum.

“Ya paling konsultan. Tapi saya enggak tahu untuk lima tahun yang akan datang, tapi untuk jadi menteri enggaklah. Ini (MK) lembaga yang sangat luar biasa bagi saya kehormatannya. Tidak berarti menteri tidak hormat, itu tidak. Tapi saya merasa melepaskan jabatan hakim menjadi menteri atau melepas jabatan Ketua MK menjadi menteri, enggaklah,” tegas pria yang hobi travelling.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK Pertanyakan Urgensi Amandemen Terbatas UUD 1945 di Tengah Pandemi

Bila tak minat jadi menteri, apakah Hamdan mengincar posisi wakil presiden di lima tahun yang akan datang?

“Terserah perjalanan takdir nanti. Saya hanya ingin menyelesaikan tugas di Mahkamah Konstitusi dengan khusnul khotimah. Itu saja,” pungkasnya. [lia]

sumber: merdeka.com

News Feed