by

Saksi Untuk Prabowo-Hatta Mengaku Rumahnya Mau Dibakar

Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA (Pos Kota) – Saksi Tim Advokasi Prabowo-Hatta mengaku menerima ancaman  melalui telepon rumahnya akan dibakar. “Saya baru-baru ini di SMS (pesan singkat) dan telepon terus diancam. Bahkan saksi Prabowo-Hatta lain, Novela Nawipa diancam  rumahnya dibakar dan dirusak,” kata saksi Martinus dalam persidangan perkara perselisihan hasil Pemilu (PHPU) Pilpres, di MK, Jakarta,  Kamis (14/8/).

Ancaman ini terkait dengan kesaksian mereka, sebelumnya menyoal tiadanya Pemilu Pilpres hingga berbagai bentuk kecurangan lainnya di Papua dan Papua Barat.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva: Gugatan KLB Deli Serdang Kadaluarsa

Martinus membeberkan semua itu  di hadapan majelis hakim, yang diketuai Hamdan Zoelva dan delapan anggota majelis hakim konstitudi lain.

Martinus menyatakan Pilpres  di Nabire,  9 Juli lalu dan sistem noken yang berlaku di Papua. Ia “Dalam sistem Noken, jika keputusan  yang dikeluarkan kepala suku dalam sistem noken tidak dapat diganggu gugat.

Persidangan menghadirkan saksi dari KPU dan dari tim advokasi Jokowi-Kalla serta Kapolres Nabire  AKBP Tagor Hutapea, yang dilakukan melalui video conference di Universitas Cendrawasih, Jayapura. Kesaksian dari Polisi dimaksudkan untuk mengetahui  peran kepolisian terkait dengan keterangan yang disampaikan oleh para saksi di Papua.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva Tanya 3 Hal ini Pada Pengusul Amendemen UUD 1945

Sidang sengketa PHPU Pilpres  dilanjutkan, Jumat (15/8) berisi  mendengarkan keterangan ahli pemohon, termohon, pihak terkait dan pengesahan bukti.

MK hanya  menerima bukti tertulis paling lambat, pukul 18.00 WIB guna  verifikasi kesesuaian dengan  pihak untuk disahkan besok. Lalu, curiculum vitae dari ahli dimasukkan para pihak paling telat pukul 20.00 WIB. Sidang  dilanjutkan besok mulai pukul 09.00 WIB. (ahi)

sumber: poskotanews.com

News Feed