by

Tak Ada Open House di Kediaman Puri Cikeas

Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA, AKARPADI.COM | Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono, tak akan menggelar open house di kediaman Puri Cikeas untuk lebaran (1 Syawal 1435 Hijriah) tahun ini.

Acara itu hanya diselenggarakan di Istana Negara, seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini merupakan open house terakhir Presiden SBY dan Ibu Negara yang akan mengakhiri masa baktinya pada 21 Oktober 2014 mendatang.

Segala persiapan sudah sejak sepekan terakhir dilakukan. Di halaman parkir kompleks Sekretariat Negara dan halaman Istana, persis di depan gedung Bina Grha sudah dipasang tenda yang biasa dipergunakan untuk para tamu menunggu. Minat bersilaturahim dan bersalaman langsung dengan Presiden SBY dan keluarga selama sepuluh tahun terakhir terus meningkat.

Jurubicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengemukakan (Ahad, 27/7) Presiden SBY dan keluarga akan menerima para menteri, handai taulan dan masyarakat hanya di Istana Negara.

Mengenakan jas hitam, kemeja putih, dan peci hitam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga menunaikan salat Idul Fitri 1435 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin pagi. Presiden didampingi Wakil Presiden, para pimpinan lembaga negara, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan duta besar negara sahabat. Akan halnya Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, berada di shaf terdepan khusus jemaah perempuan didampingi Ibu Herawati Boediono, beberapa dua menteri perempuan dan beberapa stafnya.

Presiden SBY dan jamaah salat idul Fithri nampak tekun menyimak khutbah yang disampaikan Guru Besar UIN Prof Dr H Maskuri Abdillah. Salat idul Fithri 1 Syawal 1435 H diimami oleh Drs H. Hassanudin Sinaga MA.

Usai melaksanakan salat Idul Fithri 1 Syawal 1435 Hijriah di Masjid Istiqlal, Presiden SBY langsung kembali ke Istana Negara, bersilaturahim dengan keluarga inti pada pukul 09:00.  Presiden dan Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Ibas dan Aliya Rajasa bergantian melakukan sungkeman. Presiden SBY memulai sungkeman kepada ibunya, Siti Habibah dan Ibunda Ibu Negara Sunarti Sri Hadiyah, disusul oleh Ibas, Aliya, dan Airlangga Yudhoyono.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva Sebut Negara Seakan dalam Keadaan Darurat, Kenapa ?

Setelah itu SBY dan Ibu Ani giliran menerima sungkem dari putera bungsu Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Aliya Rajasa dan sang putra Airlangga Yudhoyono. Agus Harimurti Yudhoyono serta Anisa Pohan dan Aira tidak bisa hadir karena sedang mengikuti pendidikan di U.S Army Command and General Staff College di Kansas, Amerika Serikat. Tak lupa, SBY bersama Ibu Ani menyampaikan ucapan maaf kepada para wartawan peliput Istana. “Para wartawan,minal aidin yaa. Maaf lahir batin. Salam untuk keluarga,” ujar Presiden, seperti diberitakan Presidenri.go.id, website resmi kepresidenan.

Presiden SBY, Ibu Negara, dan seluruh keluarga mengenakan busana berwarna hijau. SBY, Ibas, dan Airlangga menggunakan batik hijau, sedangkan Ibu Siti Habibah, Ibu Sunarti Sri Hadiyah, Ibu Ani, dan Aliya menggunakan kebaya berwarna hijau. Setelah sungkeman, pukul 10.00 WIB, Open House akan dimulai dengan kedatangan Wapres Boediono, Ibu Herawati Boediono dan keluarga, disusul para menteri dan para petinggi negara lainnya.

Nampak dalam acara itu, sejumlah pimpinan lembaga negara. Antara lain, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MK Hamdan Zoelva, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menperin MS Hidayat, Menhub EE Mangidaan, dan Kapolri Jenderal Sutarman.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva Siap Jadi Ketum

Pada kesempatan yang ditingkah tembang-tembang Islami, itu itu juga hadir, Joko Widodo, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie.  “(Ini merupakan) halal bihalal terakhir sebagai Presiden,” ujar SBY, sebelum Open House dimulai.

Pada petang hari, ketika memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk bersilaturahmi dan berjabatan tangan, juga datang masyarakat dari tempat yang jauh, sepeti Dan Bana, 55 tahun. Bana secara khusus datang dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, bersama isterinya. Kepada presidenri.go.id, Bana mengaku sangat mengagumi Presiden SBY. “Karena ini memang yang paling terakhir Pak SBY (mengadakan Open House) pada masa dinasnya,” jawab Dan Bana saat ditanya alasannya jauh-jauh ikut Open House.

Keseluruhan acara yang berlangsung sejak pukul 08:30 itu berjalan maraton. Meski tersedia waktu jeda untuk rehat, namun antrean kalangan yang ingin berlebaran di Istana Negara terakhir kalinya dengan Presiden SBY dan keluarga, sukar dibendung. Para petugas Istana nampak ‘kewalahan,’ mengatur alur masuk dan keluar Istana Negara.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pihak Istana Negara menyediakan aneka juada yang mencerminkan kuliner nasional Indonesia, mencerminkan hampir seluruh panganan khas daerah, termasuk jajanan pasar. Selama ini, di Istana Negara  maupun di kediaman Puri Cikeas, Presiden SBY dan keluarga lebih suka menyajikan panganan yang biasa mereka konsumsi.  Termasuk tahu dan tempe goreng, panganan yang terbuat dari umbi-umbian, pisang rebus, dan sejenisnya.

Suasana Idul Fithri 1435 Hijriah tahun ini terasa gayeng.  Para tamu saling cengkerama sambil menikmati santapan yang tersedia. | delanova

Editor : Web Administrator | Sumber : Presidenri.go.id, dan berbagai sumber
sumber: akarpadinews.com

News Feed