by

Tujuh Profesor Dari Tiongkok Puji Demokrasi di Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA (Pos Kota) – Tujuh profesor dari berbagai universitas kondang di Tiongkok memuji proses demokratisasi di Indonesia selama 10 tahun terakhir, khusus sejak lahirnya era Reformasi.
Pujian itu disampaikan Juru bicara rombongan dari RRT Prof. Li Fan dalam pertemuan dengan dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva di gedung MK, Senin (7/7).

“Kami menilai perkembangan demokrasi di Indonesia  banyak kemajuan,” kata Profesor Li Fan.

Hamdan mengamini apresiasi guru besar dari universitas-universitas prestisius tersebut, sebab proses demokratisasi berjalan dengan baik di semua lini, meski disana-sini masih perlu dibenahi.

BACA JUGA:   TNI Turun Langsung 'Hadapi' Habib Rizieq, Hamdan Zoelva: Menakutkan, Keadaan Negara Sudah Genting

“Kemajuan ini tidak lepas dari munculnya kesadaran masyarakat sehingga demokratisasi berjalan dengan baik, baik pers yang bebas dan bertanggung jawan hingga kebebasan mendirikan partai politik dan berdemonstrasi.”

MAKIN BAIK

Namun demikian,  profesor juga tak urung menanyakan tentang tantangan demokrasi 30 tahun ke depan serta prediksi dikaitkan dengan berbagai aspeknya. “Bagaimana Anda memprediksi masa depan demokrasi selama 30 tahun ke depan,” tanya Li kepada Hamdan dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Perkumpul untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Hamdan menjelaskan keyakinannya ke depan proses demokrasi akan berjalan lebih dewasa dan matang, sehingga berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. “Rakyat Indonesia sudah mengalami beberapa periodisasi perjalanan demokrasi, sejak orde baru hingga lahirnya era Reformasi. Mereka menikmati dan menjalani dengan penuh tanggung jawab.”

BACA JUGA:   REBRANDING SYARIKAT ISLAM, 1 november 2020

Selain, Li Fan, hadir pula guru-guru besar dari University of Beijing, University of Shanghai dan lainnya, mulai  Prof. Yin Limin, Prof. Qiu Jiajun, Prof. Yuan Dayi, Prof. Ren Binqiang, Prof.Xiao Tangbiao dan Prof Sun Long. Serta Peng Tianyu dan Jefrey Phillips.  Mereka datang dalam kapasitas sebagai China Election Visitors. (ahi)

sumber: poskotanews.com

News Feed