by

Cerita Haji Agus Salim diadukan ayah ke pengadilan

Print Friendly, PDF & Email

Merdeka.com – Pendirian Haji Agus Salim yang kukuh tidak jarang berbenturan dengan orang-orang terdekatnya. Pendirian dan pendapat kukuh itu tentu tetap memiliki dasar yang kuat.

Sebuah cerita menunjukkan pada 1926, Haji Agus Salim pernah diadukan oleh ayahandanya Sutan Muhammad Salim ke pengadilan. Dikutip dari buku “Koto Gadang Masa Kolonial” terbitan LkIS, awal mulanya, salah seorang adik perempuan Haji Agus Salim bernama Marietul berkeinginan menikah dengan sepupunya (yang ibunya bukan orang Koto Gadang, kampung Haji Agus Salim). Ayahandanya Sutan Muhammad Salim (waktu itu sebagai jaksa kepala di Medan) tidak menyetujui pernikahan itu.

Tampaknya ayahanda Haji Agus Salim tahu betul bahwa pernikahan itu menyalahi adat orang Koto Gadang. Apalagi mengingat perkara Daina belum lama berlalu baru sekitar enam tahun. Sekadar informasi, Daina adalah gadis Koto Gadang yang dipoles oleh kemajuan pendidikan modern memutuskan menikah dengan orang di luar kampungnya. Dia saat itu jatuh cinta dan menikah dengan Pomo, seorang pria Jawa di Deli.

BACA JUGA:   Di Bandung, Kongres Sarekat Islam Merah Digelar

Perkawinan itu dinilai melanggar adat Koto Gadang dimana seorang perempuan Koto Gadang hanya boleh kawin dengan laki laki tulen berasal dari Koto Gadang. Tulen maksudnya adalah berbapak dan beribu Koto Gadang. Atas pernikahan itu, Daina disidang secara adat dan dijatuhi hukuman buang tingkarang (tidak seadat sepusaka dengan orang Koto Gadang lagi). Ayahanda Haji Agus Salim masih berpegang pada adat ini.

Namun, Marietul dan calon suaminya tetap ingin menikah. Mereka mengadu kepada kakaknya Haji Agus Salim. Mendapat pengaduan ini, Haji Agus Salim berjanji mengurus pernikahan mereka. Dia menghubungi penghulu untuk menikahkan adiknya, namun penghulu keberatan karena sebelumnya telah menerima surat kawat dari ayahandanya yang melarang menikahkan putrinya tersebut.

BACA JUGA:   Jelang Muktamar PPP, Sarekat Islam Dukung Gus Yasin Jadi Ketua Umum

Akhirnya Haji Agus Salim sendiri yang menikahkan adiknya. Setelah pernikahan tersebut, dia dipanggil pengadilan atas pengaduan ayahandanya. Pengaduan itu didasarkan langkah Haji Agus Salim menikahkan adiknya tanpa izin ayahnya.

Dalam sidang pengadilan hakim bertanya, siapa Sutan Muhammad Salim itu. Haji Agus Salim menjawab, “dia ayah saya.” Hakim kaget bercampur heran, namun akhirnya paham dengan persoalan ini. Haji Agus Salim dinyatakan tidak bersalah karena sebagai kakak, dia juga berhak menikahkan adik berdasar hukum Islam. [tts]

sumber: merdeka.com

News Feed