by

Sang Proklamator, Nasionalisme dan Romantisme

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Sebuah film yang dapat menghilangkan rasa haus para penikmat film di Indonesia. Film yang sempat dikritik oleh berbagai pihak terutama dari anak-anak Soekarno yaitu Rahmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra karena tokoh utama yang memerankan Soekarno yaitu Ario Bayu tidak pantas memerankan tokoh Proklamator tersebut.

Film yang mengisahkan kehidupan Ir. Soekarno dari lahir hingga membacakan proklamasi tahun 1945 tersebut merupakan film bergenre Biopic atau Biopical Motion Picture (Film yang mendramatisir kehidupan orang yang sebenarnya pada masa lampau). Film Soekarno yang digarap oleh Sutradara kondang, Hanung Bramantyo tersebut dapat memvisualisasikan kisah bung Karno dalam sebuah film yang sangat baik dengan menerapkan efek sepia agar terlihat kenampakan sejarahnya secara nyata. Mirip seperti film-film sejarah sebelumnya yang digarap oleh Hanung Bramantyo yaitu “Sang Pencerah” (2010) dan “Habibie Ainun” (2012).

Dalam penggarapan film Soekarno ini Hanung Bramantyo memilih Ario Bayu sebagai aktor yang memerankan tokoh Soekarno. Akting Ario Bayu dalam film ini juga perlu diapresiasikan karena memerankan seorang Soekarno sebagai Sang Ploklamator Kemerdekaaan Republik Indonesia (RI) bukan merupakan suatu pekerjaan yang mudah. Meskipun penampilan Ario Bayu jika dibandingkan dengan foto-foto Soekarno maupun cuplikan dokumenter yang ada tidak benar-benar mirip, namun dia berhasil menghidupkan semangat dan emosi Sang Ploklamator.

Selain menggaet Ario Bayu, Hanung Bramantyo juga menggaet aktor kawakan lainnya yaitu tiga aktor kondang dari film Sang Pencerah: Lukman Sardi sebagai Bung Hatta, Sudjiwo Tedjo sebagai R. Soekemi, dan Agus Kuncoro sebagai Gatot Mangkuprojo. Selain ketiga aktor kawakan tersebut Tato Giting sebagai Sultan Syahrir,  Ayu Laksmi sebagai Ida Ayu Nyoman Rai,Tika Bravina sebagai Fatmawati, Maudy Kusnaedi sebagai Inggit Garnasih, dan Feri Salim sebagai Sakaguchi.

Selain itu Hanung kembali menggandeng Sinematografi kawakan,  yakni Faozan Rizal yang juga menaungi “Sang Pencerah”. Hasilnya sebagai salah satu film penting dalam sejarah perfilman Indonesia, Soekarno tampil sebagai satu Film yang memanjakan mata dan mengobati rasa haus penikmat film Indonesia akan film-film bermutu. Hanung Bramantyo juga mengugkapkan bahwa Shotting film Soekarno merupakan Shotting film terberat yang pernah dialaminya. Pasalnya film ini melibatkan 3000 pemain dan figran (dilansir dari Kompas).

Yang menarik dari film ini adalah pemutaran lagu kebangsaan Indonesia yaitu “Indonesia Raya” sebelum film ini diputar. Hal ini sangat menarik, ketika para penikmat film harus berdiri dulu sebelum menonton film tersebut untuk menghargai Lagu Indonesia Raya. Sebuah hal yang mungkin dianggap sepele, namun dapat meninggalkan kesan bagi penonoton film karena hal ini jarang terjadi dalam pemutaran sebuah film di Insonesia.  Selain itu pemutaran lagu Indonesia Raya dapat memupuk rasa nasionalisme.

Adegan pertama dalam film ini adalah penangkapan Ir. Soekarno ketika masih tinggal di kediaman dikediaman HOS Tjokroaminoto oleh tentara Belanda. Walupun adegan pertama tersebut tidak ditayangkan dengan porsi cerita yang lebih. Apalagi pada cerita awal tersebut sosok Soekarno hanya diperlihatkan badannya saja, dan menunjukkan bahwa dia sosok yang misterius. Apabila adegan tersebut diberikan porsi lebih maka, akan lebih menarik lagi film tersebut karena akan terdapat konflik yang lebih, sebab pada masa itu Soekarno bergaul dengan para tokoh yang kemudian hari berseberangan dalam hal pandangan politik. Interaksi Soekarno dengan para tokoh itu sebenarnya mengantarkan sang Ploklamator pada dialektika gagasan-gagasan politik yang tumbuh pada masa itu. Setelah adegan yang pertama tersebut Kisah Soekarno tersebut di mulai dari awal hingga akhir secara urut.

BACA JUGA:   Harley Mangindaan: Syarikat Islam Banyak Beri Sumbangsih untuk Indonesia

Kisah ini dimulai ketika Soekarno anak dari R. Sokemi, dan Ida Ayu Nyoman Rai selama 3 bulan mengalami demam yang berkepanjangan. Soekarno yang pada awalnya bernama Koesno, namun karena sering sakit-sakitan maka nama tersebut diganti oleh sang ayah menjadi Soekarno, mengambil nama dari seorang panglima perang dalam kisah Mahabarata yaitu Adipati Karno dan diharapkanKoesno menjadi anak yang kuat serta memiliki jiwa kepahlawanan seperti Adipati Karno.

Menginjak usia dewasa Soekarno menjalin pertemanan dengan seorang putri dari menir Belanda. Dari pertemana tersebut Soekarno mulai jatuh cinta dengan gadis Belanda tersebut dan hendak melamar gadis Belanda tersebut. Namun lamaran tersebut ditolak lantaran Soekarno berasal dari Kaum Pribumi, dari situlah Soekarno muda mulai belajar berpidato sebagai protes atas ketidakadilan yang dilakukan terhadap bangsanya.

Menginjak usia dewasa, Soekarno aktif  dalam pergerakan menentang pemerintahan Kolonial Hindia Belanda hingga akhirnya ditangkap oleh polisi Hindia Belanda bersama tokoh-tokoh pergerakan lainnya di Yogyakarta, Soekarno yang lama diincar oleh kepolisian Hindia Belanda dibawa ke Bandung dan di jebloskan ke penjara Bacheuy. Beberapa saat setelah penahanan ini, Soekarno disidang. Namun dalam persidangan tersebut Soekarno secara berani mengungkapkan Pidatonya yang sangat terkenal : “Indonesia Menggugat”. Dengan adanya keberanian tersebut Soekarno dijatuhi vonis empat tahun penjara. Banyak rakyat pribumi yang tebakar semangatnya karena Pidato yang diungkapkan Soekarno dalam ruang persidangan tersebut. Setelah putusan hakim tersebut banyak kritikan yang datang dari bangsa Indonisa maupn dari pihak belada.

Setelah putusan tersebut akhirnya Soekarno dan keluarganya diasingkan di Pulau Ende. Namun masa pengasingan Soekarno di Ende hanya berlangung singkat, karena Soekarno terserang penyakit, dan akhirnya pengasingannya dipindah ke Bengkulu. Bengkulu Soekarno menunujukkan jiwa Nasionalismenya dengan mengajar di sebuah sekolah Muhamadiyah di Bengkulu. Disitulah dia bertemu dengan Fatmawati( Tika Bravina) yang kelak akan menjadi Istrinya. Di Bengkulu Soekarno menjadi orang yang sangat berpengaruh sehingga dia sangat disegani di daerah tersebut. Selain hal tersebut, Soekarno juga terlibat pertengkaran dengan sang istri Inggit karena soekarno hendak melamar Fatmawati. Inggit yang tidak setuju dan merasa cemburu marah terhadap sikap Soekarno tersebut.

Disaat yang hampir bersamaan pula, Jepang mulai mengusasai Indonesia pada tahun 1942. Pergantian kekuasaan ini menyebabkan pandangan Bung Karno tentang kemerdekaan menjadi berubah. Pada saat pemindahan kekuasaan antara Belanda ke Jepang, akhirnya Soekarno bersama Ibu Inggit Garnasih (Maudy Kusnaedi) serta anak angkatnya dipulangkan kembali ke Jawa. Pemulangan ini terkait dengan upaya pemanfaatan Soekarno untuk Propaganda kemenangan perang Jepang. Melalui Sakaguchi (feri Salim) yang merupakan salah satu pimpinan divisi Propaganda Bala Tentara Jepang, pengaruh Soekarno dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan Jepang. Keputusan untuk memulangkan Soekarno kembali ke Jawa pada sisi lain juga memberi peluang tokoh-tokoh pergerakan seperti Sultan Syahrir (Tato giting), Bung Hatta (Lukman Sardi) dan Gatot Mangkuprojo (Agus Kuncoro) untuk bersatu lagi dengan Soekarno dalam rangka memperjuangkan kemerdekaaan Indonesia.

BACA JUGA:   Tokoh Pahlawan Bangsa Yang Pertama Kali Meneriakkan Kemerdekaan Indonesia Sumber : https://www.rancah.com/berita-opini/107017/tokoh-pahlawan-bangsa-yang-pertama-kali-meneriakkan-kemerdekaan-indonesia/#ixzz6acJkC7WI

Setelah pemulanga Soekarno ke Jawa, Soekarno mendapatkan banyak masalah yang menyebabkan pikirannya terbagi-bagi. Setelah sampai, Soekarno mendapatkan masalah pertama yaitu rumah tangganya dengan Ibu Inggit telah mencapai puncak permasalahan sehingga keduanya harus dipisahkan oleh perceraian yang sempat membuat Soekarno sedih. Disisi lain, tentara Tepang telah banyak melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Indonesia, selain itu banyak pemuda yang menuduhnya sebagai pengkhianat bangsa karena dia berkerjasama dengan Jepang dalam rangka pemengan Jepang dalam perang dunia ke 2. Selain itu, Soekarno juga berselisih paham dengan Sultan Syahrir yang menganggap bahwa kekuasaan Jepang di Indonesia hanya sebentar, sehingga mereka tidak perlu menunggu persetujuan Jepang untuk merdeka.

Namun dengan keadaan yang sangat menguras pikiran Soekarno tersebut, Soekarno mampu secara kepala dingin melewati berbagai masalah tersebut. Pada kehidupan rumah tangganya, akhirnya Soekarno melamar Fatmawati untuk dijadikan Istrinya. Pernikahannya dengan Fatmawati merupakan suntikan positif bagi kehidupan bapak bangsa tersebut. Terlebih lagi dengan kelahiran sang putra yaitu Guntur Soekarnoputra.

Pada saat Soekarno telah kembali ke pulau Jawa Soekarno melakukan pidatonya tentang 5 dasar dalam sidang BPUPKI yang mampu meredam emosi seluruh peserta sidang yang dalam 3 hari belum mampu merumuskan dasar Negara tersebut. Soekarno mampu membangkitkan semangat para peserta sidang tersebut saat dia membacakan rancangan Dasar Negara Indonesia yang dia beri nama Pancasila.

Tak lama berselang, tentara sekutu melakukan pengeboman terhadap kota Nagasaki dan Hiroshima di Jepang, yang menyebabkan kekalahan tentara Jepang oleh sekutu. Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat pada 14 Agustus 1945. Namun Soekarno hatta belum mampu menetukan sikap mau dibawa kemana negeri ini. Mereka masih menunggu persetujuan Jepang yang telah kalah dari tentara sekutu.

Setelah mengetahui bahwa Jepang sudah tidak dapat menepati janjinya untuk memerdekakan Indonesia, maka para pemuda bersepakat untuk menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Sultan Syahrir kemudian didesak oleh para pemuda untuk menggantikan mereka sebagai proklamator. Namun Sultan Syahrir menolak dan marah terhadap tindakan pemuda tersebut. Maka pada Akhirnya Soekarno dan Hatta dibawa kembali ke Jakarta pada tanggal 16 agustus. Atas prakarsa Tadashi Maeda mereka disarankan melakukan penyusunan teks proklamasi di rumah Tadashi Maeda yang terjamin keamanannya. Pagi harinya Soekarno didampingi oleh Muhammad Hatta melakukan pembacaan teks proklamasi.

Di akhir cerita tersebut diputarkan rekaman pembacaan teks Proklamasi yang otentik oleh Ir. Soekarno. Hal yang sangat menarik dari sebuah film sejarah yang secara langsung memutar rekaman otentik pada masa lalu. Oleh karena itu,film Soekarno adalah film wajib yang harus ditonton oleh penikmat film perjuangan dan sejarah. Walaupun pada akhirnya terdapat banyak kritikan terhadap film tersebut, tetap saja film ini merupaka film yang berkualitas dan memanjakan mata penikmatnya. (Ichwan Restu Nugroho)

sumber: ekspresionline.com

News Feed