by

Syarikat Islam Gugat Hari Kebangkitan Nasional

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Syarikat Islam merayakan milad ke-108. Perayaan milad menggagas tema ‘Menggugat Ulang Semangat Nasionalisme Keindonesiaan demi Mengembalikan Masyarakat Bangsa kepada Jati Diri yang Sejati’.

Rahardjo Tjakraningrat, Ketua Umum DPP Syarikat Islam mengatakan, dalam momen milad ke-108, Syarikat Islam ingin menggugat Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.

“Sekarang, Hari Kebangkitan Nasional didasarkan atas berdirinya Boedi Utomo pada 20 mei 1908. Padahal, Syarikat Dagang Islam sudah berdiri sejak 1905 untuk melawan penjajah,” kata Rahardjo di Jakarta, Rabu (10/10/2013).

BACA JUGA:   Silaturahmi dan koordinasi DPC SI Kab Bogor dan DPC SI Kab Bekasi di kantor Badan Pengembangan Ekonomi SI

Rahardjo menjelaskan, Syarikat Dagang Islam inilah yang pertama kali bangkit melawan penjajah. Menurutnya, awal kebangkitan Bangsa Indonesia melawan kolonialisme, dimulai dari Syarikat Dagang Islam yang setahun kemudian berubah menjadi Syarikat Islam.

“Saat itu Syarikat Islam dipimpin HOS Cokroaminoto, sedangkan Syarikat Dagang Islam dipimpin H Samanhudi,” jelasnya.

Rahardjo memaparkan, HOS Cokroaminoto pada 1906 terus melawan penjajah, yang saat itu jumlah anggota Syarikat Islam sudah mencapai jutaan orang.
Menurutnya, Boedi Utomo yang lahir pada 20 Mei 1908, adalah sebuah paguyuban beberapa orang yang sangat eksklusif.

BACA JUGA:   Undangan Tasyakkur Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

“Boedi Utomo hanya terdiri dari priyayi Jawa yang sekolah di kedokteran. Bahkan, terakhir-akhir anggota Boedi Utomo masuk ke Syarikat Islam untuk berjuang melawan Belanda,” ungkapnya. (*)

sumber: tribunnews.com

News Feed