by

Syarikat Islam Gelar Silaturahim Bahas Kepemimpinan Garut

dakwatuna.com – Garut. Krisis kepemimpinan di Kabupaten Garut ditandai dengan kisruh politik selama dua periode pemerintahan berturut-turut, mendorong barisan muda keluarga besar Syarikat Islam (SI) dituntut bersikap tegas mengambil peranan kepemimpinan Garut ke depan.

Hal itu mengemuka dalam Silaturahmi Akbar Barisan Muda Syarikat Islam dan Dialog Interaktif ‘Rekonsiliasi Barisan Muda Syarikat Islam Menuju Kreativitas Perjuangan Syarikat Islam’ di MTs Cokroaminoto, Jalan Dayeuh Handap Nomor 25 Garut, Minggu (13/1).

Kegiatan dihadiri Pengurus DPW SI Jawa Barat, DPC SI Garut, Wanita SI, Pengurus Anak Cabang SI, pengurus PC Pemuda Muslimin Indonesia, PC Pemuda Muslim, dan para kader keluarga besar SI lainnya. Turut Hadir pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut.

Menurut Pengurus PC Pemuda Muslim Garut, Zamzam Hamzah, selama ini generasi muda SI lebih banyak berkutat dalam bidang kultural dan kurang terjalin komunikasi antarpengurus dengan anggota secara baik dengan berbagai sebab. Sehingga kiprah dan peran kader muda SI dalam mewarnai kondisi sosial dan politik di Kabupaten Garut kurang terlihat.

BACA JUGA:   Kegiatan pengajian SI Sulut di Manado

“Melihat perkembangan terjadi selama ini, saatnya bagi kaum muda SI tampil ke depan memasuki persoalan ketatanegaraan untuk dapat mewarnai kepemimpinan Garut ke arah yang lebih baik. Itulah sebabnya kita gelar rekonsiliasi dalam arti membangun konsolidasi dan menyamakan persepsi serta langkah juang barisan muda SI untuk Garut yang lebih baik,” jelas Zamzam.

Pengurus DPC SI Kabupaten Garut, Ruhiyat berharap, rekonsiliasi bisa mendorong kreativitas serta soliditas perjuangan kaum muda SI untuk mengusung rumah besar SI. Karenanya tidak boleh lepas dari pendekatan kearifan lokal.

“Harus nembus bumi napak ngapung ngawang-ngawang. Punya cita-cita tinggi dengan menapak kepada jama’ah pengusung. Memiliki keadilan, kesetaraan, dan mampu menyelami nurani anggota. Nembus bumi,” ingat Ruhiyat.

Ketua DPD KNPI Garut, Fahrurrozi, selaku salah satu pembicara Dialog Terbuka, menegaskan generasi muda harus berani mengambil alih kepemimpinan di Garut, dan jangan hanya menjadi penonton bila ingin membangun Garut ke arah lebih baik ke depan.

BACA JUGA:   UNDANGAN: Ngopi (Ngolah Pikiran) Bareng di Gedung Kaum SI Desa Kandangwangi

“Sejarah sebenarnya bisa kita ciptakan sendiri. Siapapun figur tampil saat ini belum tentu baik untuk Garut. Belum terlihat. Inilah saatnya kaum muda tampil. Jangan pikirkan bakal jadi atau tidak. Punya modal ekonomi atau tidak. Yang penting semangat. Buktinya dua kali periode kepala daerah di Garut berangkat dari yang bukan mapan ekonomi. Siapa saat itu berpikir akan jadi Bupati,” kata Fahrurrozi.

Sementara itu, Ketua PC Pemuda Muslim Garut, Aja Rowikarim menuturkan, calon pemimpin tidak bisa hanya mengandalkan motivasi dan semangat. “Calon pemimpin itu harus siap kalah dan siap menang. Jangan sampai terulang calon kepala daerah ketika terpilih, ternyata tidak siap menang. Ini pula yang terjadi dengan Kabupaten Garut,” tandas Aja. (ang/inilah)

Redaktur: Ardne

sumber: dakwatuna.com

News Feed